DaerahSosial

Tak Terdata, Korban Luka Akibat Longsor di Sumedang Diberi Bantuan

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Pascalongsor yang terjadi di Cimanggung Kabupaten Sumedang, masih ada korban luka yang tak tercatat dalam data korban terpusat di Puskesmas Sawahdadap.

Salahsatunya Edinar Nababan. Korban yang berasal Dusun Bangkir RT 02 RW 01 Desa Sindanggalih Cimanggung ini, ikut korban longsor Perumahan Daud Bojongkondang.

Baca Juga :  Hampir 2 Tahun Berlalu, Sejumlah Korban Longsor Cimanggung Tak Kunjung Direlokasi. Ternyata ini Penyebabnya!

Korban mengalami luka patah tulang paha sebelah kanan. Namun begitu, korban sudah mendapa perawatan berupa pen pada bagian yang patah di Rumah Sakit Karisma Cimareme, Cimahi, dengan menghabiskan biaya Rp.17.950.000.

Guna meringankan beban korban, Rabu (27/1/2021) siang tadi Muspika Cimanggung menyambangi kediaman korban. Pihak muspika memiberikan bantuan berupa obat-obatan dan sembako.

Baca Juga :  Tolak Kenaikan Harga BBM, Aliansi Umat Islam Sumedang Lakukan Aksi di Depan Gedung DPRD Sumedang

“Diberi juga santunan uang Rp2.000.000. Terus tadi sudah sepakat dengan PMI, hari ini akan diberikan kursi roda lipat,” kata Camat Cimanggung, Dikdik Syeh Rizki.

Terpisah, Anggota DPRD Sumedang, Dudi Supardi menyebutkan, bahwa semua ini merupakan cobaan dari Allah SWT untuk menguji keimanan semuanya.

Baca Juga :  Harga BBM Naik, Buruh Minta Kenaikan Upah, DPRD Sumedang Siap Sampaikan Aspirasi ke Pusat

“Mudah-mudahan segala musibah yang menimpa diterima dengan kesabaran, Insya Allah, Allah SWT akan mengganti dengan yang lebih baik. Demi kemanusiaan Insya Allah kami semua tidak akan tinggal diam, segala daya dan upaya akan diusahakan,” ujarnya. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button