Artikel

Menjadi Relawan Kemanusiaan dan Panggilan Jiwa dengan Tekad

Oleh:

Dodi Partawijaya

Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Sumedang

(Sumedang, 27 Januari 2021)

MENJADI relawan bagi sebagian orang adalah panggilan kemanusiaan. Menolong orang yang membutuhkan bantuan, adalah sebuah hal yang menyenangkan dan keharusan,karena sejatinya relawan adalah para penolong kemanusiaan yang memiliki tekad relawan yang tanpa pamrih menjadi relawan dalam misi kemanusiaan bukanlah suatu keinginan melainkan panggilan jiwa yang dilakukan dengan senang dan semangat untuk bisa membantu masyarakat yang membutuhkan. Kalau bukan karena panggilan jiwa, untuk menjadi relawan akan menjadi kegiatan yang sulit, karena tidak di dasari dengan tekad yang tulus dan bertanggung jawab.

Seorang relawan juga harus bisa membagi waktu dengan keluarga dan saat menjalankan tugas kemanusiaan. Penting juga memberikan edukasi kepada keluarga tentang tugas seorang relawan. Apalagi dengan situasi dan kondisi pandemi Covid 19 ini yang semakin hari semakin meningkat, pasti awalnya keluarga sempat khawatir, tapi dengan penjelasan yang baik akhirnya keluarga bisa memahami dan megijinkan untuk berjuang menjadi relawan kemanusiaan di bencana longsor dan banjir di Cimanggung Sumedang.

Ada yang menarik dalam sepak terjang relawan kemanusiaan di bencana longsor dan banjir Cimanggung. Sudah hampir tiga pekan pasukan Komando Kesiap Siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang juga ikut serta membantu dan berjibaku di lokasi longsor yang pada hal ini perannya membantu tim Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang sama-sama di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah Sumedang.

Kokam Sumedang berdiri tegak tanpa lelah tetap membantu dalam kerelawanan di bawah komando Komandan asep Eko yang mana beliau adalah merupakan ketua PC Pemuda Muhammadiyah Kecamatan Tanjungsari. Sebanyak 13 personil anggota kokam yang setiap hari nya bergilir untuk piket harian di poskor Muhammadiyah selalu sigap. Tanggap darurat di perpanjang oleh pak bupati tidak membuat surut mental dan mundur, jiwa seorang naluri kemanusiaan yang ada di jiwa seorang kokam (Komando Kesiap Siagaan Angkatan Muda Muhammadiyah) dalam jihad kemanusiaan membantu dalam meringankan beban korban longsor dan banjir cimanggung.

Banyak cerita menarik di balik perjuangan yang tulus dan ikhlas para pahlawan kemanusiaan yang notabene ortom muhammadiyah ini yang di bawah komando Pemuda Muhammadiyah, untuk membantu dalam tugas mulia MDMC di lapangan. Tentunya ada suka maupun duka yang terjadi di lapangan, sebanyak 13 anggota personil Kokam sumedang masih tegak berdiri tanpa lelah dalam membantu para korban bencana di cimanggung dan hal itu sangat tidak mudah dalam sebuah organisasi.

Tak ayal semua itu berkat kegigihan dan semangat tinggi seorang komandan kokam lapangan sekaligus ketua PC Pemuda Muhammadiyah Tanjungsari Abangda Ustd Asep Eko. Walaupun harus meninggal kan anak beserta istrinya di rumah dengan kegigihan dan support dari keluarga.

Komandan Eko selalu tegak berdiri dalam membina, mengawal para anggotanya yang sedang berjuang di lapangan membantu tim dari MDMC dalam berkegiatan kemanusiaan. Membagi waktu antara keluarga dan memimpin pasukan relawan kemanusiaan tentu sangatlah tidak mudah.

Tetapi dengan jiwa sabar ,ikhlas ikuti ritme semua bisa ter atasi dengan keyakinan dan mencari rido alloh swt itulah yang penulis lihat dalam jiwa seorang komandan lapangan abangda Asep Eko.

Mungkim Suka duka menjadi seorang relawan kemanusiaan. Tak terpikir sedikitpun bahwa saya akan menjadi seorang relawan kemanusiaan yang mulia ini. Dengan wadah persyarikatan saya bisa lebih membuka lagi cakrawala ke relawan, dengan sedikit banyak nya menimba ilmu tentang edukasi pra sedang paska bencana.

Dalam fenomena ini terselip suka dan duka dalam jihad kemanusiaan, ada suka ketika kami di tugaskan membantu evakuasi korban longsor dalam hal pencarian dengan satgas gabungan, membantu diatribusi makanan untuk pengungsi, mendata & meng assesment penyintas bencana.

Duka-nya ketika kami tidak bisa dan lelah ketika masih ada korban yang masih membutuhkan uluran tangan relawan kemanusiaan kita sudah tidak bisa menggapainya. Mungkin itulah fenomena singkat dari apa yang di rasakan secara umum sebagai relawan kemanusiaan.

Ada hikmah yang di ambil dalam kegiatan relawan kemanusiaan Semua di niatkan karena ibadah dan mencari rido alloh swt dalam berjuang. Banyak hikmah dan mamfaat yang bisa kita ambil dari apa yang menjadi dasar tugas ke relawaan diantaranya, menambah Teman dan Relasi, Memiliki banyak teman adalah suatu anugerah. Karena tanpa kita sadari akan membawa banyak keuntungan.

Memudahkan dalam pekerjaan, berkegiatan dan berbagai hal yang membutuhkan kerjasama. Dengan bergabung di suatu komunitas atau organisasi dan menjadi relawan, itu akan terasa manfaatnya. Menambah Keahlian dan Keterampilan, Ketika kita mencoba hal baru, apalagi hal baru itu menjadi yang pertama maka kemampuan dan keahlian kita pun akan bertambah. Hal ini menjadi nilai plus ketika kita memasuki dunia kerja maka kita akan terbiasa dengan hal baru dan mahir dalam satu bidang yang kita sukai atau geluti. Seperti yang saya alami ketika menjadi relawan di sebuah komunitas, yang awalnya belum tahu, kini saya sudah paham mengenai konsep di lapangan.

Keahlian ini tidak bisa didapat secara gratis jika kita tidak bergabung dalam komunitas dan menjadi relawan. Menyenangkan Orang Lain dan Bahagia, Ketika mampu melakukan sesuatu yang positif untuk orang lain dan lingkungan membuat hidup merasa bahagia. Ada kepuasan batin yang dirasakan ketika apa yang kita lakukan bisa bermanfaat.

Bertukar Pendapat Memperkaya Wawasan dan Pemikiran, Tidak dipungkiri dalam suatu komunitas atau organisasi tidak ada sumber, hal ini menjadikan kita kaya akan pemikiran baru dan saling bertukar pendapat dengan orang lain. Menerima saran, kritik dan masukan dari orang lain adalah hal biasa yang merupakan dinamika bagi iklim komunitas dan kerelawanan dunia. Justru, dengan adanya tukar pendapat akan memperkaya pandangan baru.

Baik Dari Segi Kesehatan, Kesehatan fisik akan tercipta dengan menjadi relawan, asal benar-benar didasari tanpa pamrih. Orang-orang yang merasakan bahagia, maka sel-sel tubuhnya akan tumbuh dengan baik. Hal ini membuat seseorang menjadi jarang sakit.

Membuat Perubahan Kecil Berdampak Besar, Segala sesuatu dimulai dari hal berangkat dari lingkungan, berangkat dari lingkungan komunitas untuk lahir sesuatu hal kecil. Menjadi relawan akan memiliki kesempatan untuk korban yang memiliki dampak besar. Seperti yang saya lakukan dalam bercocok tanam yang dimulai dari sendiri kemudian melibatkan orang lain untuk sama-sama melakukan.

Mengajak Orang Lain untuk Berbuat Hal Baik yang Sama, Dengan menjadi relawan kita menjadi teladan dan panutan bagi orang lain untuk melakukan hal-hal yang sama dalam suatu hal yang positif dan bertunangan kepada individu yang lain agar melakukan hal yang sama. Relawan terakhir, bisa menjadi bentuk aksi sosial kita untuk bermanfaat bagi banyak orang.

Sebagaimana Hadist Rasulullah SAW. Khoirunnas anfa’uhum linnas. “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lain.” Wallahu A’lam Bishowab. (**)

Selengkapnya
Back to top button