Unpad Dorong Sendimentrap Cikeruh Bernilai Ekonomi

FAJARNUSANTARA.COM – Tim Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) Universitas Padjadjaran turun langsung ke kawasan Sendimentrap untuk memastikan pengerukan sedimentasi sungai berjalan dengan baik.
Masalah banjir yang berulang di wilayah Sungai Cikeruh mendorong perlunya penanganan terpadu yang tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga melibatkan peran aktif masyarakat.
Prof Kunto Sofianto, Ph.D dan tim memantau realisasi pengerukan Sediment trap di sungai Cikeruh.
Sebelumnya Tim Pengabdian pada Masyarakat (PPM) pada bulan November 2025 telah berkunjung ke Bappeda Sumedang, dimana kebetulan, pada saat itu ada staf dinas PU Sumedang (Pak Adit) yang merespons untuk membantu pengerukan.. Senin 12 Januari 2026.
Ketua Tim PPM Unpad, Prof. Drs. Kunto Sofianto, M.Hum., Ph.D., mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan dari program penanganan banjir yang telah dirancang sebelumnya.
“Pihak kami hari ini menindaklanjuti apa yang telah kita lakukan, yakni program tentang banjir di sekitaran Desa Cikeruh,” kata Kunto.
Di lokasi, tim menemukan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang tengah melaksanakan pengerukan sedimen sebagai bagian dari upaya normalisasi sungai.
“Kami terjun langsung ke lokasi Sungai Cikeruh di wilayah Sedimentrap, dan alhamdulillah ternyata Pemkab Sumedang sedang melaksanakan pengerukan di wilayah ini,” ujar Kunto.
Selain memantau pengerukan, tim juga menyoroti pentingnya keterlibatan warga dalam pengelolaan kawasan sungai.
Menurut Kunto, pengelolaan Sendimentrap selama ini belum sepenuhnya terawat karena minimnya sistem pengelolaan berbasis masyarakat.
“Kami memastikan warga di wilayah Sungai Cikeruh ini juga bisa terakomodir dalam pengelolaannya,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa masyarakat harus berperan aktif menjaga dan mengelola kawasan Sendimentrap agar fungsi pengendalian banjir berjalan maksimal.
Lebih jauh, Sedimentrap juga dinilai memiliki potensi ekonomi jika dikelola secara kreatif oleh warga sekitar.
“Di wilayah Sedimentrap ini, warga bisa mengelola kawasan agar menghasilkan di sisi ekonomi, karena berdasarkan informasi dari warga, perawatannya selama ini belum ada,” kata Kunto.
Menurutnya, pelibatan masyarakat justru akan membuat perawatan Sendimentrap lebih berkelanjutan karena dilakukan langsung oleh warga yang merasakan dampaknya.
“Kami ingin turut serta memajukan para pelaku ekonomi kreatif di sini,” ujar Kunto.**







