Dikdasmen PNF Sumedang Resmi Lantik 20 Bendahara AUM Se-Kabupaten Sumedang di Awal Tahun 2026

FAJARNUSANTARA.COM, Sumedang – Majelis Pendidikan Menengah Dasar Menengah dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumedang (Dikdasmen PNF Sumedang) resmi melantik wakil kepala (Waka) bidang bendahara di periode tahun ajaran 2025-2026 di rapat kerja awal tahun 2026. Agenda pelantikan ini berlangsung di Aula PDM Sumedang pada Minggu, (11/1/2026).
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Majelis Dikdasmen PNF dilanjutkan pernyataan janji oleh 20 dari Waka Bidang, Bendahara, pembacaan berita acara pelantikan, penandatanganan berkas pelantikan, serta diakhiri dengan amanah Ketua Majelis Dikdasmen PNF Kabupaten Sumedang, Dr Enang Ahmadi, M.Pd.
Total 20 nama yang terdiri dari MTs Muhammadiyah Sukadana, SD Plus Ahmad Dahlan, MTs Muhammadiyah Tanjungsari, MI Muhammadiyah Gandasoli, SMK Muhammadiyah 1 Sumedang, MTS Muhammadiyah Cikaramas, MTs Muhammadiyah Kirisik, MI Muhammadiyah Karang Layung, MA Muhammadiyah Cikaramas, SMP Muhammadiyah Tanjungsari, MI Muhammadiyah Cibeusi, MI Muhammadiyah Miftahul Falah, MTs Muhammadiyah Babakanloa, MA Muhammadiyah Tanjungsari, SLB Muhammadiyah Sumedang, MI Muhammadiyah Kubang Alun-Alun, MI Muhammadiyah Salebu, SMK Muhammadiyah 2 Sumedang, MI Muhammadiyah Gunung Geulis, SMP Muhammadiyah Jatinangor.
Enang Ahmadi menyampaikan selamat atas terlantiknya Waka Bidang, Bendahara, yang telah dipercayakan oleh Persyarikatan. Dalam amanahnya, Enang menekankan pentingnya bersyukur dan berupaya meningkatkan kualitas diri.
Sebab, ini bukan hanya amanah biasa, tetapi juga kepercayaan besar untuk bersama-sama berkontribusi dalam mengembangkan amal usaha pendidikan di Persyarikatan Muhammadiyah Sumedang Khususnya.
“Rasa syukur itu sebaiknya dibarengi dengan upaya untuk meningkatkan kualitas diri. Meningkatkan kapabilitas yang tidak hanya semata-mata kompetensi, tetapi juga kualitas karakter diri yang selaras dengan nilai-nilai pokok Muhammadiyah,” ujarnya.
Hal tersebut mencakup peningkatan kompetensi serta karakter yang sejalan dengan nilai-nilai Muhammadiyah. Salah satu tantangannya adalah motivasi diri untuk memperbaiki karakter, kompetensi serta kapabilitas diri.
Terlebih lagi ketika menjadi bagian dari pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).
Lebih lanjut, Enang menggaris bawahi tiga nilai-nilai utama yakni nilai input, nilai proses, dan nilai output. Dalam nilai-nilai input, salah satu yang harus dimiliki oleh setiap warga sekolah/madrasah Muhammadiyah adalah keteladanan.
“Oleh karena itu, setiap individu harus menjadi teladan di lingkungan sekolah maupun Madrasah, baik bagi guru, staf pendidik, dan khususnya kepada para siswa sekolah. Terlebih, bapak dan ibu yang telah dilantik sudah menjadi bagian dari pimpinan,” tegas Enang.***







