DaerahHukumPemerintahan

Bupati Sumedang Percepat Pemanfaatan Bendung Rengrang untuk Irigasi 3.800 Hektare Sawah

FAJARNUSANTARA.COM– Bupati Sumedang H. Dony Ahmad Munir menegaskan pemerintah daerah tidak akan menunggu penyelesaian seluruh proyek Bendung Rengrang sebelum manfaatnya dirasakan masyarakat.

Bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung dan sejumlah perangkat daerah, Pemkab Sumedang menyiapkan langkah percepatan agar air bendung dapat segera dimanfaatkan petani pada musim kemarau.

Bupati Dony meninjau langsung Bendung Rengrang bersama Sekretaris Daerah, jajaran BBWS Cimanuk Cisanggarung, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pertanian, camat, serta para kepala desa terkait.

Dalam kunjungan itu, pemerintah membahas percepatan pemanfaatan air bendung yang selama ini belum dapat disalurkan secara optimal akibat belum selesainya jaringan distribusi.

“Bersama-sama kami ingin memanfaatkan air yang sudah dibendung ini agar bisa segera dirasakan manfaatnya oleh para petani yang selama ini kesulitan air.

Mudah-mudahan yang biasanya panen satu kali bisa menjadi dua bahkan tiga kali,” kata Dony.
Ia menjelaskan Bendung Rengrang mulai dibangun pada 2016 dengan target mengairi sekitar 3.800 hektare lahan pertanian di Kecamatan Paseh, Conggeang, Tomo, hingga Ujungjaya.

Namun, meski badan utama bendung selesai pada 2019, jaringan distribusi belum dapat difungsikan karena adanya pergerakan tanah dan longsoran yang mengharuskan perubahan desain teknis.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Sumedang bersama BBWS menyepakati sejumlah langkah percepatan.

Langkah pertama ialah menangani titik-titik longsor agar air dapat segera dialirkan menuju area persawahan.

Selanjutnya, Dinas Pertanian akan memetakan kelompok tani di sepanjang aliran Sungai Cipelus sehingga pasokan air dapat dimanfaatkan melalui sistem pompanisasi.

Pemerintah juga akan membangun Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di lokasi prioritas dengan dukungan BBWS. Selain itu, Pemkab akan mengkaji potensi pemanfaatan air Bendung Rengrang sebagai sumber air baku bagi PDAM apabila dinilai layak secara teknis dan ekonomis.

Upaya lain yang disiapkan ialah pembangunan bronjong serta dam parit untuk membantu mengalirkan air ke lahan pertanian masyarakat.

Bupati Dony berharap Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air mempercepat penyelesaian jaringan irigasi primer dan sekunder agar Bendung Rengrang dapat beroperasi secara penuh.

“Saya mohon kepada Pak Menteri PUPR, Pak Dirjen SDA, dan BBWS agar ada akselerasi penyelesaian Bendung Rengrang. Mudah-mudahan tahun depan jaringan distribusinya bisa selesai secara permanen,” ujarnya.

Menurut Dony, Bendung Rengrang merupakan salah satu bentuk kompensasi pembangunan Bendungan Jatigede bagi petani di Kabupaten Sumedang. Selama ini, manfaat irigasi dari Bendungan Jatigede lebih banyak dirasakan wilayah hilir seperti Indramayu dan Cirebon.

“Kalau Bendung Rengrang ini tuntas, maka sekitar 3.800 hektare sawah akan terairi. Ini menjadi kompensasi bagi petani Sumedang sehingga lahan pertanian yang terdampak pembangunan Jatigede tetap memperoleh manfaat melalui ketersediaan air irigasi,” ungkapnya.

Ia optimistis langkah percepatan yang dilakukan pemerintah daerah bersama BBWS dapat mempercepat pemanfaatan air bendung sebelum proyek selesai sepenuhnya.

Dengan tersedianya pasokan air bagi lahan pertanian, produktivitas petani diharapkan meningkat, indeks pertanaman bertambah, serta mampu memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Sumedang dan mendukung program ketahanan pangan nasional.***

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button