DaerahKesehatanPemerintahan

Lokakarya Triwulan Jatinangor Soroti Stunting, TB, dan CKG, Targetkan Partisipasi Warga Naik

FAJARNUSANTARA.COM – Lokakarya Mini Triwulan yang digelar dua puskesmas di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menyoroti tiga isu utama kesehatan, yakni stunting, tuberkulosis (TB), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya evaluasi program 2025 dan mendorong peningkatan partisipasi masyarakat.


 Dua puskesmas di Kecamatan Jatinangor, yakni Puskesmas Jatinangor dan Puskesmas Cisempur, menggelar Lokakarya Mini Triwulan (Lokri) di Aula Kantor Kecamatan Jatinangor, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini dihadiri unsur Forkopimcam, para kepala desa, serta kader PKK.

Lokakarya tersebut membahas evaluasi program kesehatan tahun sebelumnya sekaligus merumuskan langkah strategis ke depan, dengan fokus pada penanganan stunting, penanggulangan tuberkulosis (TB), serta peningkatan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Baca Juga :  Dewan Safari Ramadhan, BPJS dan Bansos Disorot

Kepala Puskesmas Jatinangor, Dudung Supriatin, mengatakan kegiatan ini menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap program yang telah berjalan, khususnya pada 2025.

“Agenda pertama kita adalah evaluasi kegiatan tahun sebelumnya, terutama penanganan stunting, TB, dan CKG, agar ke depan ada perbaikan,” kata Dudung saat ditemui usai kegiatan.

Ia menyoroti rendahnya capaian program CKG di wilayah Jatinangor yang sempat berada di peringkat tiga terbawah se-Kabupaten Sumedang. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi perhatian utama dalam lokakarya kali ini.

“Kita fokus pada tiga agenda, tapi yang paling krusial adalah CKG. Kemarin Jatinangor sempat di urutan tiga terbawah, makanya sekarang kita diskusi bagaimana meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya CKG,” ujarnya.

Baca Juga :  Tarling Bupati Sumedang Ke Wilayah Barat, Gerakan Pangan Murah Digelar di Jatinangor

Dudung menjelaskan, pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas sektor karena puskesmas tidak bisa bekerja sendiri. Sosialisasi juga akan digencarkan melalui posyandu dan poskesdes agar masyarakat memahami manfaat pemeriksaan kesehatan rutin.

“Langkahnya kita lakukan koordinasi lintas sektor, kemudian sosialisasi bertahap. Setelah itu baru pelaksanaan CKG. Kita targetkan 100 orang per desa sebagai komitmen awal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Cisempur, drg. Nurlina Yusiana, menekankan pentingnya penguatan program Desa Siaga TB dan peningkatan partisipasi warga dalam CKG.

“Untuk Jatinangor, masyarakat masih belum antusias mengikuti CKG. Padahal idealnya dalam satu tahun minimal 40 persen penduduk melakukan pemeriksaan,” kata Nurlina.

Baca Juga :  Bupati Sumedang Dorong Pola Tabela untuk Tingkatkan Produktivitas dan Hadapi El Nino

Ia menyebut pihaknya bersama pemangku kepentingan sepakat untuk melakukan jemput bola ke desa-desa dan posyandu guna mengejar target capaian.

“Kita akan turun langsung ke desa dan posyandu agar target bisa tercapai. Harapannya tahun ini bisa mencapai 50 persen masyarakat yang melakukan CKG,” ujarnya.

Selain itu, dalam kegiatan tersebut masyarakat juga diimbau menjaga kesehatan dengan pola hidup bersih dan sehat, termasuk rutin berolahraga dan mengonsumsi makanan bergizi. Hal ini penting mengingat saat ini sejumlah warga dilaporkan rentan terserang flu serta perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap TB.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800