DaerahPemerintahanSosialTNI/POLRI

Bupati Dony Buka Program Bakti Siliwangi, Jalan Bangbayang-Dayeuhluhur Mulai Dibangun

FAJARNUSANTARA.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir membuka Program Bakti Siliwangi Manunggal Satata Sariksa Tahun 2026 yang digelar Kodim 0610/Sumedang di Desa Bangbayang, Kecamatan Situraja, Kamis, 23 Juli 2026.

Program tersebut difokuskan pada pembangunan jalan poros yang menghubungkan Desa Bangbayang dengan Desa Dayeuhluhur, Kecamatan Ganeas, guna memperlancar mobilitas warga dan distribusi hasil pertanian.

Jalan poros Bangbayang-Dayeuhluhur memiliki panjang sekitar 2,5 kilometer. Pada tahap pekerjaan tahun ini dilakukan pengecoran sepanjang 384 meter, terdiri atas 125 meter dengan lebar 2,5 meter dan tebal 15 sentimeter serta 259 meter dengan lebar 3 meter dan tebal 15 sentimeter. Selain itu, dibangun drainase sepanjang 75 meter.

Bupati Dony meninjau langsung lokasi pembangunan dan menyebut keberadaan jalan tersebut akan memangkas waktu tempuh masyarakat menuju Kecamatan Ganeas maupun pusat Kabupaten Sumedang.

“Jalan ini akan mempersingkat jarak tempuh warga masyarakat Bangbayang kalau ke Ganeas dan ke Sumedang. Mempermudah arus orang dan barang serta mempermudah pengangkutan hasil produksi pertanian dan perkebunan, sekolah, dan kesehatan,” kata Dony.

Menurutnya, pembangunan jalan menjadi bukti kuatnya kolaborasi antara TNI dan masyarakat melalui budaya gotong royong. Ia menilai sinergi tersebut mampu menekan biaya pembangunan sekaligus memperkuat partisipasi warga.

“Ini kegiatan yang bermakna, bermanfaat, dan berdampak. Bagaimana menumbuhkan kegotongroyongan, menumbuhkan swadaya dan partisipasi warga bersama TNI membangun jalan ini. Kalau tanpa adanya kemanunggalan, tanpa kerja sama dan gotong royong, biayanya akan lebih besar lagi,” ujarnya.

Dony mengatakan pembangunan jalan sepanjang 384 meter beserta drainase dapat diselesaikan dengan anggaran sekitar Rp500 juta berkat semangat gotong royong. Ia berharap budaya tersebut terus terpelihara sehingga masyarakat memiliki rasa tanggung jawab untuk menjaga hasil pembangunan.

Selain itu, Dony mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kelestarian lingkungan setelah akses jalan terbuka. Menurut dia, penanaman pohon keras dan tanaman produktif seperti kopi penting untuk mencegah longsor sekaligus meningkatkan perekonomian warga.

“Tetap alam harus dijaga dengan baik, terutama dengan tanaman-tanaman keras yang mengikat tanah untuk menghindari longsor dan menghasilkan oksigen. Masyarakat di sini sudah biasa menanam kopi dan tanaman berbuah yang dapat meningkatkan ekonomi,” katanya.

Dony juga mengapresiasi jajaran Kodim 0610/Sumedang beserta seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jalan tersebut. Ia mengaku telah menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) agar segera menindaklanjuti pembangunan sehingga jalan dapat segera difungsikan.

“Saya sudah menginstruksikan kepada Kepala Dinas PUTR untuk segera menindaklanuti sehingga jalan ini bisa fungsional. Intinya setiap kegiatan harus fungsional,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bangbayang Umar menyampaikan terima kasih atas terealisasinya pembangunan jalan poros yang telah lama dinantikan masyarakat.

“Suatu kebanggaan bagi kami jalan poros ini dapat memangkas waktu perjalanan ketika akan ke Sumedang. Di sini juga sering terjadi longsor sehingga warga terisolasi dan mobilitas terganggu. Harapan kami, ketika jalan ini tembus dapat menjadi jalan alternatif bagi masyarakat,” kata Umar.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button