FAJARNUSANTARA.COM – Pondok Pesantren Baitul Huda di Kampung Urug, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus Imtihan Santri dan Santriwati. Minggu 6 September 2026.
Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan dihadiri ratusan warga yang menyaksikan penampilan para santri serta tausiyah Uyut Hanjuang Beureum dari Tanjungsari, Sumedang.
Dalam kegiatan tersebut, Uyut Hanjuang Beureum turut memberikan sedekah kepada 100 anak yatim piatu. Ia juga membagikan sedekah kepada para mustami atau jamaah yang hadir.
Pemberian sedekah tersebut menjadi bagian dari kebiasaan Uyut Hanjuang Beureum setiap kali menghadiri berbagai kegiatan keagamaan di sejumlah daerah.
Ratusan warga memadati halaman Pondok Pesantren Baitul Huda untuk mengikuti rangkaian acara. Para santri dan santriwati lebih dulu tampil menunjukkan kemampuan mereka di hadapan para tamu dan masyarakat yang hadir.
Penampilan tersebut mendapat perhatian dari warga. Setelah seluruh santri dan santriwati menyelesaikan penampilannya, Uyut Hanjuang Beureum tampil memberikan tausiyah.
Dalam tausiyahnya, Uyut Hanjuang Beureum mengajak masyarakat memperkuat kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Menurut dia, kecintaan kepada Rasulullah harus terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Lebih kuat lagi rasa cinta kita terhadap Jungjunan kita semua, yaitu Kanjeng Nabi Muhammad SAW,” ujar Uyut
Hanjuang Beureum dalam tausiyahnya.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para ibu agar menjaga keharmonisan rumah tangga dan mencintai suami dalam kondisi apa pun.
“Sedikit atau besar rezeki yang diberikan, kita harus tetap mencintai suami kita. Karena suami kita adalah salah satu syarat bagi kaum ibu untuk masuk surga,” katanya.
Selain persoalan keluarga, Uyut Hanjuang Beureum mengingatkan masyarakat agar menjaga ucapan dan menghindari kebiasaan bergosip maupun gibah terhadap orang lain.
Ia mengajak para mustami untuk memperkuat keyakinan dan keimanan agar kehidupan masyarakat mendapat keberkahan.
“Kurangilah bergosip dengan tetangga, jaga mulut kita dari gibah. Semoga kita semuanya diakui sebagai umatnya. Kuatkan keyakinan dan keimanan kita supaya hidup kita jauh lebih berkah dan barokah,” ujarnya.
Kegiatan Maulid Nabi dan Imtihan Santri tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pondok Pesantren Baitul Huda untuk mempererat hubungan antara santri, pengasuh pesantren, dan masyarakat sekitar melalui kegiatan keagamaan.***







