FAJARNUSANTARA.COM — Peringatan Hari Besar Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren Riyadhus Shibiyin, Kampung Kelepu Jajar, Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, berlangsung khidmat dan sarat pesan keagamaan.
Kegiatan yang digelar dalam momentum bulan Rajab itu menekankan pentingnya pendidikan anak, pengendalian diri, serta kepedulian sosial melalui sedekah. Minggu 4 Januari 2026.
Dua pendakwah hadir dalam peringatan Isra Mikraj tersebut, yakni KH Uyut Bagus Sujana dari Yayasan Saung Hanjuang Beureum, Tanjungsari, Sumedang, serta Ustad Hendra Gunawan dari Deniyat Indonesia.
Keduanya menyampaikan tausiyah dengan penekanan berbeda namun saling melengkapi.
Ustad Hendra Gunawan menyoroti persoalan pendidikan anak dan kesehatan mental yang, menurutnya, kerap berakar dari hubungan orang tua yang tidak harmonis. Ia mengingatkan agar orang tua tidak mudah menyalahkan anak atas berbagai persoalan perilaku.
“Banyak masalah mental pada anak penyebabnya karena hubungan dengan orang tua yang tidak harmonis. Kita harus berhenti menyalahkan anak-anak kita. Justru orang tua yang harus introspektif, karena ini semua kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala,” kata Hendra dalam tausiyahnya.
Sementara itu, KH Uyut Bagus Sujana menekankan keutamaan sedekah di bulan Rajab serta makna shalat yang diterima Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra Mikraj. Ia menjelaskan filosofi shalat melalui tiga huruf, yakni Shod, Lam, dan Ta.
“Shod itu shidqul qauli, artinya benar dalam berucap. Lam itu kolbi, lemah lembut hatinya. Dan Ta itu tarkul ma’asi, jauhi maksiat. Jadi dalam kehidupan sehari-hari kita harus menjaga ucapan, hati yang lembut, dan menjauhi segala kemaksiatan,” ujar Uyut Bagus Sujana.
Ia juga mengingatkan jamaah agar berhati-hati dalam bertutur kata dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, mengalah dan membahagiakan orang lain merupakan bagian dari pengendalian diri yang harus dijaga oleh setiap muslim.
“Tekad, ucapan, dan langkah kita harus dijaga. Jangan sampai salah berucap. Pegang teguh kendali hati agar tidak goyah dalam keimanan,” katanya.
Lebih lanjut, Uyut menegaskan bahwa sedekah, terutama kepada anak yatim dan piatu, menjadi amalan penting yang tidak boleh diabaikan.
“Sodakoh itu sangat penting, terutama kepada anak yatim dan piatu. Jangan sampai mereka kelaparan, karena mereka adalah amanah yang harus kita jaga,” ujarnya.
Kegiatan peringatan Isra Mikraj tersebut diharapkan mampu memperkuat keimanan, meningkatkan kepedulian sosial, serta membangun kesadaran keluarga dalam mendidik generasi yang berakhlak mulia.**







