Uyut Hanjuang Beureum Ajak Jemaah Perkuat Sedekah dan Etika Rumah Tangga
FAJARNUSANTARA.COM – Pendakwah Sunda Uyut Hanjuang Beureum mengajak masyarakat untuk memperkuat nilai sedekah, menjaga sopan santun, serta membangun keharmonisan keluarga dalam acara Walimatul Khitan Muhammad Elvan Gaffi, cucu H. Jawi, di Dusun Talun, Desa Pasigatan, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Tausiah yang berlangsung sejak pukul 08.30 WIB itu disambut antusias ratusan jemaah yang memadati lokasi acara.
Acara khitanan berlangsung meriah dengan menghadirkan dua pendakwah, yakni Uyut Hanjuang Beureum dan Ustad Fuad Burhannudin. Selain Berdakwah Uyut Hanjuang beureum juga berbagi ratusan uang bagi para jemaat yang hadir.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan penampilan seni musik terbangan Masjid Almansur Manco serta grup Nasyid Hanjuang Beureum yang menghibur para tamu undangan. Minggu malam seni 31 Mei 2026.
Dalam ceramahnya, Uyut Hanjuang Beureum menekankan pentingnya etika dalam kehidupan sehari-hari, terutama sikap hormat dalam rumah tangga dan hubungan sosial di tengah masyarakat. Ia mengingatkan jemaah agar selalu menjaga adab serta memperkuat kepedulian terhadap sesama melalui sedekah.
“Sedekah adalah bukti kebenaran iman seseorang. Dengan bersedekah, kita membersihkan harta, melatih kepedulian sosial, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT,” kata Uyut Hanjuang Beureum di hadapan jemaah.
Selain menyampaikan tausiah, Uyut juga membagikan bantuan dan sedekah kepada sejumlah mustami yang hadir. Aksi tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang mengikuti kegiatan hingga selesai.
Menurut Uyut, konsep sedekah dalam Islam tidak terbatas pada pemberian materi. Ia menjelaskan bahwa setiap bentuk kebaikan yang dilakukan dengan ikhlas dapat bernilai sedekah.
“Nabi Muhammad SAW bersabda, ‘Setiap kebaikan adalah sedekah’. Artinya, sedekah tidak harus berupa uang. Senyum, menolong orang lain, mengajarkan ilmu, hingga berkata baik juga merupakan sedekah,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa sedekah terbagi menjadi beberapa bentuk, mulai dari sedekah wajib berupa zakat, sedekah sunnah dalam bentuk materi maupun nonmateri, hingga sedekah jariyah yang pahalanya terus mengalir meski seseorang telah meninggal dunia.
Dalam kesempatan tersebut, Uyut juga mengingatkan berbagai keutamaan sedekah. Selain menjadi sarana berbagi kepada sesama, sedekah diyakini dapat mendatangkan keberkahan, menghapus dosa, serta menjadi amal yang memberikan manfaat jangka panjang bagi pelakunya.
Ia mengajak masyarakat menjadikan sedekah sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari. Menurut dia, nilai utama sedekah terletak pada keikhlasan, bukan pada besar kecilnya pemberian.
“Konsep sedekah itu sederhana, yaitu berbagi kebaikan dalam bentuk apa pun dan sebesar apa pun asalkan dilakukan dengan ikhlas karena Allah,” kata Uyut.
Kegiatan Walimatul Khitan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Selain menjadi ungkapan rasa syukur keluarga besar H. Jawi atas khitanan Muhammad Elvan Gaffi, acara itu juga menjadi sarana mempererat silaturahmi warga sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan masyarakat.***







