Ledakan Antusias Warga Cimanggung Sambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Ribuan Obor Terangi Desa
FAJARNUSANTARA.COM– Suasana Desa Cimanggung, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, dipenuhi semangat kebersamaan saat warga menggelar pawai obor dan lantunan selawat untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Antusiasme masyarakat yang memadati lapangan sepak bola desa menciptakan “ledakan” partisipasi warga dalam perayaan yang berlangsung meriah.
Kegiatan diawali dengan pawai obor yang diikuti seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda hingga anak-anak. Setiap rukun warga berjalan bersama menuju lapangan sepak bola desa sambil membawa obor sebagai simbol semangat menyambut tahun baru Islam.
Kemeriahan acara semakin terasa dengan penampilan hadroh, lantunan selawat, serta nasyid dari Saung Hanjuang Official yang mengiringi perjalanan peserta. Puncak kegiatan diisi tausiyah oleh Uyut Saung Hanjuang Beureum yang menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga nilai sejarah, persatuan, dan kepedulian sosial.
Kepala Desa Cimanggung, Jajang Bahar, mengatakan penyelenggaraan peringatan Tahun Baru Islam tersebut menjadi momentum memperkuat persaudaraan masyarakat. Menurut dia, kegiatan tahun ini merupakan pelaksanaan ketiga sejak dirinya memimpin desa.
“Kami sangat bersyukur karena tahun ini acara kembali digelar dengan meriah. Ini merupakan kali ketiga sejak saya memimpin Desa Cimanggung. Mudah-mudahan ke depan tradisi ini tidak pudar dan tetap terjaga dengan baik,” kata Jajang Bahar. Senin Malam Selasa 15 April 2026.
Ia berharap peringatan Tahun Baru Islam dapat meningkatkan semangat kebersamaan serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.
“Semoga momen tahun baru Islam ini menambah spirit kebersamaan masyarakat dan meningkatkan rasa ukhuwah Islamiah. Saya juga berharap seluruh masyarakat Cimanggung semakin sukses dan sejahtera,” ujarnya.
Dalam tausiyahnya, Uyut Saung Hanjuang Beureum mengajak masyarakat untuk tidak melupakan sejarah perjuangan para pahlawan serta menjaga keseimbangan antara kehidupan bermasyarakat dan kehidupan beragama.
“Jangan pernah melupakan sejarah dan jasa para pahlawan. Harus ada keseimbangan dalam hidup bermasyarakat dan beragama agar kehidupan berjalan harmonis,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sedekah jariah dan memperhatikan kelompok yang membutuhkan, seperti anak yatim, masjid, dan madrasah.
“Jangan takut bersedekah karena memberi tidak akan mengurangi rezeki. Perhatikan anak yatim piatu, masjid, dan madrasah. Pemimpin dan masyarakat harus bersatu, ulama dan umara harus berdampingan agar bangsa dan negara menjadi maju,” katanya.
Perayaan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Desa Cimanggung pun berlangsung khidmat sekaligus semarak. Ribuan warga yang mengikuti pawai obor dan rangkaian kegiatan keagamaan menunjukkan tingginya semangat gotong royong serta komitmen masyarakat dalam menjaga tradisi dan memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan desa.**







