Paripurna HJS ke-448, Bupati Beberkan Program Unggulan dan Capaian Pembangunan Sumedang
FAJARNUSANTARA.COM – Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menegaskan berbagai program unggulan pemerintah daerah telah menunjukkan dampak positif bagi masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka Hari Jadi Sumedang ke-448 tahun 2026.
Dalam sambutannya, Dony mengungkapkan sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas melalui program sekolah ramah lingkungan. Sepanjang 2025, pemerintah telah merehabilitasi 169 ruang kelas SD, 49 ruang SMP, dan 16 ruang PAUD.
“Pembangunan ruang kelas baru SD 7 ruang, SMP 9 ruang, PAUD 3 ruang. Selanjutnya rehabilitasi toilet SD 71 unit, SMP 37 unit. Kemudian pembangunan toilet baru 44 unit, serta pembangunan dan rehabilitasi perpustakaan 21 unit,” kata Dony dalam pidatonya.
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut didorong dengan peningkatan kompetensi guru, penguatan kurikulum, serta penciptaan lingkungan belajar yang nyaman. Upaya ini, kata dia, berdampak pada peningkatan angka harapan lama sekolah.
“Dampaknya angka harapan lama sekolah meningkat dari 13,02 tahun 2024 menjadi 13,21 tahun 2025. Dan rata-rata lama sekolah meningkat dari 8,74 tahun menjadi 8,92 tahun,” ujarnya.
Di sektor infrastruktur, pemerintah menjalankan program “jalan leucir nepi ka desa” dengan penanganan 57 ruas jalan pada 2025 dan dilanjutkan 66 ruas jalan serta 3 jembatan pada 2026, termasuk pemasangan 434 titik penerangan jalan umum (PJU).
“Termasuk pembangunan jalan lingkar utara Jatigede sepanjang 4,24 kilometer, jalan poros Jingkang dan Surian Sanca. Program ini terbukti memperlancar aksesibilitas dan mobilitas perekonomian masyarakat,” tuturnya.
Pada sektor ekonomi, pemerintah mengembangkan program Wirausaha Muda dan UMKM Unggul melalui pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja (BLK), inkubasi bisnis, hingga penguatan UMKM Center dan rumah kemasan.
Selain itu, sektor pertanian diperkuat melalui program revolusi pertanian (Revolper) 4A yang mencakup ketersediaan air, benih, pupuk, dan alat mesin pertanian. Sementara di bidang sosial dan kesehatan, pemerintah memberikan insentif kepada ribuan kader dan relawan.
“Pemberian insentif kadeudeuh simpati diberikan kepada 9.865 kader posyandu, 7.314 anggota Satlinmas, dan 4.500 guru ngaji,” katanya.
Dony juga menyoroti penataan ruang publik sepanjang 2025–2026, seperti alun-alun, Sport Centre Tadjimalela, hingga jogging track dan mini soccer di kompleks PPS Sumedang yang bersumber dari dana CSR.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga empati dan kebersamaan dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah.
“Mari kita tumbuhkan rasa empati. Ketika kabupaten yang kita cintai meraih capaian yang baik kita sama-sama syukuri, begitu pula ketika mendapat kendala, kita hadir menjadi bagian yang solutif,” ucapnya.
Menutup sambutannya, Dony menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program strategis nasional serta pentingnya peran DPRD dalam menjaga stabilitas pembangunan.
“Untuk itu kami mengajak DPRD Kabupaten Sumedang memperkuat fungsi pengawasan yang konstruktif, memastikan kualitas belanja daerah semakin efektif dan menjaga stabilitas politik yang kondusif, karena tanpa stabilitas pembangunan tidak akan optimal,” kata dia.**







