Bupati Terima Bantuan Pompa Air Listrik Dari PLN, Produktivitas Petani Sumedang Diproyeksikan Naik Tiga Kali Lipat
FAJARNUSANTARA.COM – Pemerintah Kabupaten Sumedang menerima bantuan tiga unit pompa air listrik dari PT PLN (Persero) UP3 Sumedang untuk Kelompok Tani Jatiasih, Desa Karyamukti, Kecamatan Tomo, Selasa, 21 April 2026. Bantuan ini dinilai mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus menekan biaya operasional petani hingga 25 persen.
Bantuan pompa air listrik tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-488 Kabupaten Sumedang. Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN yang difokuskan pada penguatan sektor pertanian.

Bupati Dony menyatakan, penggunaan pompa air listrik membawa perubahan signifikan terhadap pola tanam petani. Dengan akses air yang lebih stabil dari aliran Sungai Cimanuk, petani kini memiliki peluang meningkatkan intensitas panen.
“Dengan adanya pompa air listrik ini, petani tidak lagi hanya panen satu kali dalam setahun. Kini, dengan ketersediaan air, petani bisa panen hingga tiga kali dalam setahun,” ujar Dony.
Ia juga menambahkan bahwa efisiensi biaya menjadi keunggulan utama dari teknologi ini. Menurutnya, peralihan dari pompa berbahan bakar solar ke listrik mampu menekan biaya operasional hingga 25 persen.
“Awalnya, ratusan hektare lahan di wilayah ini merupakan lahan tadah hujan. Sekarang tinggal sekitar 200 hektare saja. Kami berharap program ini terus berlanjut,” katanya.
Manajer PLN UP3 Sumedang, Ramdani Agustiansyah, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bentuk komitmen PLN dalam mendukung kesejahteraan masyarakat, khususnya petani.
“Melalui program TJSL, kami ingin membantu meningkatkan sektor pertanian. Ini juga merupakan langkah PLN dalam mendukung swasembada beras,” ujarnya.
Menurut Ramdani, penggunaan pompa listrik tidak hanya lebih efisien tetapi juga lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dibandingkan bahan bakar minyak.
Sementara itu, perwakilan Kelompok Tani Jatiasih, Dudi, mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut. Ia menyebut operasional pompa kini menjadi lebih praktis dan tidak bergantung pada ketersediaan bahan bakar.
“Alhamdulillah, sekarang tidak perlu lagi mencari bensin untuk mengoperasikan pompa. Cukup isi token listrik, jadi lebih mudah,” kata Dudi.
Ia menambahkan, sekitar 8 hektare lahan pertanian kini dapat terairi dengan baik berkat pompa tersebut. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan hasil panen sekaligus kesejahteraan petani di wilayahnya.**







