DaerahEkonomiPemerintahan

Wagub Jabar: HJS ke-448 Harus Jadi Penguatan Tata Kelola dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan

FAJARMUSANTARA.COM – Peringatan Hari Jadi ke-448 Kabupaten Sumedang menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen pembangunan daerah. Dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sumedang, Wakil Gubernur Jawa Barat menegaskan pentingnya tata kelola pemerintahan yang aman, terencana, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Sumedang memperingati Hari Jadi ke-448 dengan menggelar Rapat Paripurna DPRD sebagai agenda utama. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang pembangunan daerah sekaligus penegasan arah kebijakan ke depan.

Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, dalam sambutannya menekankan pentingnya empat aspek keamanan dalam tata kelola pemerintahan, yakni perencanaan, anggaran, pelaksanaan, dan pelaporan.

Ia menyebut keempat aspek tersebut sebagai fondasi utama bagi aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas secara profesional dan bebas dari persoalan hukum.

“Pertama adalah aman dalam perencanaan. Segala sesuatu harus direncanakan dengan baik. Ketika kita akan membangun, siapkan FS dan DED-nya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa aspek pelaporan sering kali diabaikan, padahal memiliki dampak besar terhadap akuntabilitas pemerintahan.

“Kadang ini dianggap sepele, tetapi ketika terjadi kesalahan dalam pelaporan, ini juga akan berakibat pada permasalahan yang lain,” katanya.

Menurut Erwan, konsistensi dalam menerapkan keempat aspek tersebut akan memberikan jaminan keamanan bagi ASN hingga masa pensiun.

“Insyaallah kalau kita berpegang teguh kepada empat aspek keamanan tadi, kita akan pensiun dengan tenang,” ucapnya.

Dalam momentum tersebut, ia juga mengapresiasi perjalanan panjang Kabupaten Sumedang yang dinilai mampu menjaga kesinambungan antara warisan masa lalu, tantangan masa kini, dan visi masa depan. Ia menilai posisi Sumedang sebagai bagian dari aglomerasi Bandung Raya menjadikannya strategis dalam mendukung pembangunan Jawa Barat.

Sementara itu, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengajak masyarakat menjadikan peringatan hari jadi sebagai penguat rasa memiliki terhadap daerah.

“Ini adalah hajat bersama, kita rayakan bersama-sama tentunya dengan harapan kita semua terus berpartisipasi,” ujarnya.

Dony mengakui masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan, seperti angka kemiskinan yang berada di kisaran 8 persen, pengangguran terbuka sekitar 6 persen, serta kebutuhan peningkatan infrastruktur yang masih mencapai 10 persen.

“Kami harus menghadirkan kebijakan, program, dan kegiatan yang bisa menuntaskan kemiskinan, mengurangi angka pengangguran, meningkatkan infrastruktur jalan,” katanya.

Sebagai langkah konkret, Pemerintah Kabupaten Sumedang meluncurkan sejumlah program inovatif, di antaranya.

“Rabu Ngangkot” yang mendorong ASN menggunakan transportasi umum atau ramah lingkungan setiap hari Rabu. Program ini bertujuan menghemat bahan bakar, mengurangi polusi, sekaligus meningkatkan pendapatan sopir angkutan kota.

Selain itu, diterapkan pula kebijakan pemilahan sampah organik dan anorganik di setiap perangkat daerah serta gerakan Rabu dan Jumat Bersih guna memperkuat budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.

Melalui rangkaian kebijakan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumedang berharap peringatan Hari Jadi ke-448 tidak hanya bersifat seremonial, tetapi menjadi titik tolak percepatan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button