Daerah

Mahasiswa di Sumedang, Sebut Omnibus Law Lebih Bahaya dari Covid-19

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Meski di tengah pandemi covid-19, aksi penolakan Undang Undang Omnibus Law Cipta Kerja, tetap dilakukan para buruh. Termasuk para mahasiswa dari berbagai kampus yang ada di Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat, Kamis (8/10).

Dalam aksinya di depan Gedung DPRD Kabupaten Sumedang, para mahasiswa yang menggunakan almamater masing-masing itu, membawa sejumlah spanduk serta poster bertuliskan penolakan UU Ciptaker. Aksi ini juga dilakukannya, lantaran pengesahan UU Ciptker lebih berbahaya dengan adanya pandemi saat ini.

Baca Juga :  DPRD Sumedang Sahkan Perda Dana Cadangan Pilkada 2024

Seperti diungkapkan korlap aksi, Yoga Alkambah dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sumedang. Menurutnya, mahasiswa dan para buruh/pekerja, berbondong-bondong turun ke jalan, hanya untuk menyuarakan keadilan dan bukan karena tidak takut bahaya covid.

Baca Juga :  Dorong Pembangunan Daerah, Komisi IV Minta Gagal Lelang Jangan Terulang Kembali

“Tapi Omnibus Law lebih berbahaya daripada covid-19. Aksi di manapun yang dilakukan saat ini, adalah aksi yang berani, karena dilakukan ditengah pandemi covid,” ungkapnya kepada Fajarnusantara.com.

Sementara dalam aksinya itu, mereka berharap agar tuntutan yang dilayangkan kepada DPRD Sumedang dapat disampaikan ke DPR-RI hingga dikabulkan. Seperti mendesak DPR-RI untuk membatalkan Omnibus Law dan meminta DPRD untuk membuat Perda yang bisa menyelamatkan masyarakat jika Omnibus Law tidak bisa dibatalkan. (dd)

Selengkapnya
Back to top button