Buru Expedition: Fakultas Pertanian Unpad Lepas Tim Mahasiswa untuk Ekspedisi Ilmiah di Maluku
FAJARNUSANTARA.COM – Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran melepas Tim Buru Expedition untuk menjalankan misi penjelajahan, pendataan, penelitian, panjat tebing, sirkumnavigasi, hingga rehabilitasi mangrove dan terumbu karang di Pulau Buru, Maluku. Kegiatan ini juga mencakup program kesehatan masyarakat.
Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Medi Rahmadi, menyebut kegiatan tersebut sebagai cita-cita lama. Minggu 14 September 2025.
“Sejak tahun 2010 kami bermimpi Mahatva punya kegiatan sebesar ini. Kami ingin mahasiswa mengenal alam, karena setelah lulus mereka akan berenang di lautan luas tanpa jaminan apa pun selain pengalaman. Dan pengalaman itu yang ingin kami berikan,” kata Medi saat pelepasan di Kampus Unpad, Sabtu.
Menurut Medi, delapan mahasiswa dipersiapkan mengikuti ekspedisi, namun hanya lima yang berangkat karena pertimbangan akademis. Mereka seluruhnya mahasiswa semester tujuh.
“Dari 20 SKS, kami rancang agar pengalaman ini luas. Mahatva bukan hanya penjelajahan, tapi sudah masuk riset. Data yang mereka bawa harus menjadi bahan penelitian dan skripsi,” ujarnya.
Medi menutup dengan harapan agar Buru Expedition bisa berlanjut.
“Kami bermimpi sejak lama, alhamdulillah kini terwujud. Semoga kegiatan ini terus berjalan dan memberi manfaat besar bagi dunia akademik dan masyarakat,” ujarnya.
Kaprodi Program Studi, Muhammad Amir Solihin, menambahkan ekspedisi ini memberi kesempatan belajar di luar kampus tanpa mengganggu program studi.
“Ada enam kegiatan yang masuk ke mata kuliah, tiga wajib dan sisanya soft skill. Total waktunya 930 jam, setara 20 SKS. Jadi ekspedisi ini bukan sekadar jalan-jalan, tapi pembelajaran,” katanya.
Dewan Pengurus Mahatva, Riska Fitri, mengucapkan terima kasih kepada fakultas.
“Dukungan penuh ini bukti nyata komitmen kampus membentuk mahasiswa tangguh. Kepada ekspeditor, jadikan setiap langkah sebagai penelitian, setiap tantangan sebagai pelajaran, dan pulanglah dengan data bermanfaat,” ujar Riska.
Sementara itu, Achamd Jerry ICDP Wanadri, menilai kegiatan ini kompleks sekaligus strategis. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dengan akademisi dan institusi lain, termasuk TNI Angkatan Darat.
“Indonesia Timur punya keunikan, termasuk garis Wallace. Ekspedisi ini kesempatan luar biasa untuk riset flora dan fauna yang belum banyak diketahui,” tandasnya.
Dikatakannya bahwa pemberangkatan kita ke pulau buru karena kita menilai disana ada beberapa dampak yang sedang kita cek dari sisi perubahan iklim maupun sisi mangrove dari data awak kita lihat ada abrasi, ada juga galian tambang juga.
“Bukannya hanya di Mangrove tapi kita dari sisi terumbu karang ini juga bisa menahan abrasi, yang nanti akan kita lakukan disana,” tegasnya.**







