Daerah

Ada-ada Saja, Ambulans Dipakai Rombongan Pengantin?

FAJARNUSANTARA.COM, PALEMBANG – Lagi-lagi, pengguna media sosial dibuat heboh. Sebuah video mobil ambulans viral karena diduga mengantar rombongan pengantin.

Yang paling menyita perhatian warnanet, dua pengantar dalam ambulans itu, terlihat menggunakan pakaian hazmat. Dan diketahui, video berdurasi dua menit itu terjadi di Kota Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

Ambulans yang seharusnya digunakan untuk membawa orang sakit itu, dalam video terlihat membawa bingkisan seserahan rombongan pengantin ke kawasan Plaju pada Minggu (18/20).

Baca Juga :  Kejanggalan Video Viral 50 Detik Pengeroyokan Anak SMP di Sumedang

Kasi pencegahan dan Penyakit Menular dari Dinas Kesehatan Kota Palembang Yudhi Setiawan menuturkan, bahwa hal itu sudah salah dilakukan. Dimana ambulans itu, jelas bukan diperuntukan membawa rombongan pengantin.

“Saya sudah lihat, itu ambualns dari klinik swasta,” katanya melalui pesan singkat, seperti dikutip Tribunnews, Senin (19/10).

Baca Juga :  Kejanggalan Video Viral 50 Detik Pengeroyokan Anak SMP di Sumedang

Yudhi sangat menyayangkan hal itu bisa terjadi. Apalagi ambulans itu, dikhawatirkannya tidak steril dan malah menjadi salahsatu penyebab penyebaran virus.

“Jelas ambulans itu untuk membawa orang sakit atau jenazah. Khawatir juga kan, itu pasti udah pernah membawa pasien yang sakit atau jenazah. Takutnya nanti terjadi kontaminasi kuman penyakit pada bahan yang dibawa,” tuturnya.

Baca Juga :  Kejanggalan Video Viral 50 Detik Pengeroyokan Anak SMP di Sumedang

Kendati demikian, pihaknya sudah meminta klarifikasi kepada klinik yang bersangkutan. Bahkan pihak klinik sudah diberi teguran lisan, teguran tertulis dan edaran tentang penggunaan ambulans. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button