Tanah Bergerak di Singajaya, Bupati Garut Siaga
FAJARNUSANTARA.COM- Pergerakan tanah yang melanda Kampung Sawahjoho, Desa Singajaya, Kecamatan Singajaya, Kabupaten Garut, mendorong pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meninjau langsung lokasi bencana pada Sabtu, 6 April 2025.
Dalam kunjungannya, Syakur menyampaikan bahwa gejala tanah bergerak sebenarnya sudah terdeteksi sejak pertengahan 2024, namun baru menunjukkan eskalasi signifikan belakangan ini.
“Tadi kami ke sini melihat langsung. Disampaikan bahwa ada pergerakan tanah. Kami juga ingin mengetahui penyebabnya, karena kami percaya bahwa segala sesuatu pasti ada penyebabnya,” kata Syakur di lokasi kejadian.
Pemerintah Kabupaten Garut, menurut dia, segera mengaktifkan status tanggap darurat sebagai langkah cepat untuk membantu warga. Beberapa langkah darurat mencakup pendirian dapur umum, pendistribusian bantuan logistik, hingga relokasi warga.
“Yang pasti, kita akan segera menyatakan tanggap darurat supaya bisa membangun dapur umum. Kasihan warga, seminggu ini mereka tidak berani pulang karena takut ada pergerakan tanah lagi,” ujarnya.
Bupati juga memerintahkan Camat Singajaya dan Kepala Desa Singajaya untuk segera mencarikan lokasi relokasi yang aman, terjangkau secara infrastruktur, dan tidak jauh dari permukiman warga terdampak. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik.
“Saya meminta masyarakat tetap aware dengan lingkungan. Jagalah kelestarian alam, supaya tidak ada lagi kejadian seperti ini,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan pihaknya telah melakukan asesmen awal.
“Kami sudah melakukan asesmen dan mencatat bahwa ini memang bencana. Data sementara telah dilaporkan dan akan diverifikasi oleh dinas teknis, termasuk kondisi jalan,” kata Aah.
Menurut data sementara BPBD, sebanyak 18 kepala keluarga (KK) terdampak langsung oleh tanah bergerak, sedangkan 29 KK lainnya berada di zona rawan. Total warga yang terimbas mencapai 47 KK.**







