EkonomiNasionalPendidikan

Kemnaker Buka Pelatihan Bagi Pemuda Muhammadiyah di BLK Lembang

FAJARNUSANTARA.COM, BANDUNG – Sebanyak 16 kader Pemuda Muhammadiyah, terlibat pelatihan Kompetensi Non-Boarding Angkatan VII di Bidang Kejuruan Perikanan dan Pertanian. Mereka dibekali ilmu seputar hidroponik, jamur dan perikanan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang Kota Bandung Provinsi Jawa Barat selama 16 hari yang dimulai pada Sabtu (14/11).

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Anwar Sanusi, memuji peran aktif Pengurus Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, dalam menggelorakan gerakan kedaulatan ekonomi. Organisasi yang memiliki jaringan besar seperti Muhammadiyah itu, kata dia, sangat dibutuhkan untuk menyebarkan ilmu kepada masyarakat.

“Kami menerima dengan tangan terbuka, PP Pemuda Muhammadiyah yang punya jaringan luar biasa di seluruh Indonesia,” tutur Anwar dalam keterangan tertulisnya.

Sebanyak belasan kader, kata dia, akan dilatih bersama 32 peserta terpilih lainnya. Mereka, berasal dari Gerakan Pengusaha Berkemajuan (GPB) PP Pemuda Muhammadiyah, akan diberi pelatihan dan Sertifikasi Training On Trainer (TOT) di BLK Lembang.

Dia  berharap, jaringan kader yang melimpah dari Aceh sampai Papua, dimanfaatkan Pemuda Muhammadiyah untuk membangun ekonomi Indonesia. Muhammadiyah yang telah berdiri sejak 1912 ini, diharapkan mengelola dan mengarahkan bonus demografi Indonesia ke arah yang konstruktif.

Kader Diminta Sebarkan Ilmu

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sunanto, mendorong peserta pelatihan untuk berbagi ilmu dan menyebarkan pengetahuannya kepada masyarakat di daerah, usai mereka mengikuti pelatihan ini. Sebab kata Sunanto, ilmu yang telah didapat, tak boleh terhenti di kader yang dilatih.

“Ilmu anda harus menjadi manfaat bagi yang lain,” tegas Cak Nanto, sapaan akrabnya.

Cak Nanto mendorong kader Muhammadiyah juga, untuk memiliki dan menyebarkan kedaulatan ekonomi. Kader, harus menjadi penopang utama gerakan dakwah Islam yang bermartabat.

“Saya sering katakan, kalau ada orang lapar jangan dikasih ayat dulu. Tapi dikenyangkan perutnya, baru bicara ayat. Dakwah bil hal perlu ditekankan,” jelasnya.

Sementara bagi Horo Wahyudi, PP Pemuda Muhammadiyah sangat serius dalam menerjemahkan keputusan Muktamar Makassar 2015 yang menjadikan ekonomi sebagai pilar ketiga. Pelatihan di BLK Lembang, katanya, merupakan satu rangkaian panjang dari berbagai program berkesinambungan yang telah dilakukan PP Pemuda Muhammadiyah, terutama melalui Gerakan Pengusaha Berkemajuan (GPB).

Tercatat, PP Pemuda Muhammadiyah sedikitnya telah melaksanakan lima program berbeda dengan basis pendampingan ekonomi yang berjenjang dan beragam dari bidang digital, UMKM, pertanian, peternakan yang selanjutnya akan diperluas hingga bidang jasa.

Perbedaan program sendiri disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan ekonomi di masing-masing wilayah setelah PP Pemuda Muhammadiyah melakukan roadshow dan pemetaan ke seluruh provinsi.

“Banyak kader kita baik yang masih kecil atau yang sudah menjadi pengusaha besar jaringannya belum tergarap. Kami tidak bisa memberi uang tunai tapi kami bisa memberikan ilmu dan jaringan,” tutur Horo.

“Harapan kami kemandirian ekonomi dapat tercapai, minimal Pemuda Muhammadiyah mampu memberikan dampak bagi perbaikan kondisi bangsa karena pertumbuhan pengusaha otomatis juga menumbuhkan ekonomi,” imbuhnya. (dd)

Selengkapnya
Back to top button