FAJARNUSANTARA.COM,- Pasca Pandemi Covid 19, laju pertumbuhan ekonomi kemasyarakat ber angsur angsur pilih dan bangkit dengan istilah “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat’ namun sayang itu tidak berlangsung lama karena mendadak Pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi. Selasa 27 September 2022.
Hal ini berkali kali menjadi sorotan anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H.Ridwan Solichin, akibat adanya pandemi covid 19 jelas sekali memberikan dampak yang besar terhadap angkatan kerja dan pengangguran.
“Saya tegaskan, krisis demi krisis masih menghantui dunia, Geopolitik dunia mengancam keamanan kawasan, kta harus selalu waspada, selalu cermat dalam bertindak dan selalu hati-hati dalam melangkah,” tandasnya.
Politisi Muda yang nyentrik asal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang sapaan Akrabnya Kang Rinso menuturkan, ketika baru saja perekonomian akan pulih ditambah dengan kenaikan harga BBM jelas sekali kita akan tertatih Tatih dalam berjalan alias merangkak.
“Perlu Kebijakan yang sangat Komprehensif dan Terintegrasi dari Pemerintah, kita (PKS) sudah mengingatkan Pemerintah jika dalam bertindak harus “Taliti, Ati-ati, Waspada, Waspada, ulah Kabobodo Tenjo, Kasamaran Tinggali” (Jangan Gegabah) yang akhirnya akan berdampak kepada masyarakat,” ungkapnya
Dikatakan Anggota DPRD Dapil XI (Sumedang, Manjalengka, Subang) H.Ridwan Solichin menegaskan, selain kenaikan harga BBM disusul lagi dengan kenaikan harga bahan Pokok yang lainya, ditambah lagi kenaikan Upah para Kaum Buruh / Pekerja, yang otomatis itu akan menimbulkan banyak gejolak disemua kalangan, apalagi sekarang para petani mengeluhkan mahalnya harga pupuk.
“Kendati demikian, Pemerintah Jug harus memberikan kemudahan investasi dan usaha, harus diprioritaskan pada kegiatan usaha yang menyerap tenaga kerja lokal termasuk dengan mendorong tumbuhnya banyak wirausaha, sebagai langkah penguatan dibidang ketenaga kerjaan,” tandasnya.
Terakhir Kang Rinso Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat sosok muda yang selalu berpenpilan rapih ini menyampaikan, Upaya pemulihan dari pandemi ke endemi memerlukan kebijakan yang komprehensif dan terintegrasi supaya, betul-betul bisa pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat.
“Ketika ada gejolak di masyarakat, seharusnya pemerintah respect dan jeli guna mengantisipasi mereka jangan sampai ada gejolak gejolak yang lainya, karena dengan iming iming, bantalan sosial untuk mengatasi pencabutan bbm subsidi harus tepat sasaran, jangan buat masalah baru lagi,” tegasnya.
Kang Rinso meyakini, para kaum buruh juga akan bergerak ketika sebentar lagi akan ada kenaikan yang rutin tiap tahun, dan itu akan selalu terus berulang ulang, dan pemerintah seolah olah selalu memberikan kekecewaan kepada kaum buruh, kayanya ada pembiaran dari pemerintah ketika sudah memberikan keputusannya.
“Jadi saya berharap, pemerintah harus bisa lebih jeli lagi apa yang menjadi aspirasi masyarakat, kita ini sebagai wakil rakyat seharusnya mendukung apa yang menjadi tuntutan masyarakat jangan dibiarkan saja, kasian mereka yang selalu turun ke jalan menyuarakan aspirasi dan mewakili masyarakat yang lainya,” pungkasnya.







