Waspadai Bullying, KKN Universitas Muhammadiyah Bandung Berikan Sosialisasi
FAJARNUSANTARA. PASEH – Bullying banyak terjadi di lingkungan sekolah dan lingkungan sehari-hari, tak terkecuali pada lingkungan sekolah dasar. Jika dibiarkan, aksi bullying ini akan merugikan korban hingga mempengaruhi kondisi psikisnya. Hal ini cukup menjadi perhatian mengingat betapa bahayanya aksi bullying tersebut
Istilah bullying yang dalam bahasa Indonesia dikenal sebagai penindasan, dapat diartikan sebagai tindakan penindasan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok bertujuan untuk menyakiti dan dilakukan secara terus menerus. Bullying sendiri dikategorikan menjadi 6 (enam) jenis, seperti verbal, fisik, nonverbal, hingga cyberbullying.
Mengingat bahaya dari aksi bullying tersebut, maka mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Bandung (UMB) kelompok 46 Desa Paseh Kidul Kecamatan Paseh Sumedang mengadakan sosialiasi terkait bullying di SDN Sukamulya yang terletak di Desa Paseh Kidul, Kecamatan Paseh, Kabupaten Sumedang, JawaBarat, pada hari Senin (11/08/2025).
Nizar Husni Halim ketua KKN kelompok 46 Desa Paseh Kidul menyampaikan, bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian terhadap aksi bullying yang marak terjadi, khususnya di lingkungan sekolah. “Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi para siswa/i mengenai apa itu bullying, dampaknya, serta bagaimana menyikapi bullying di lingkungan sekolah,
Kegiatan sosialisasi ini juga disambut baik oleh pihak sekolah dan siswa di SDN Sukamulya, mengingat partisipasi yang cukup baik dari kedua belah pihak.
“Sosialisasi ini juga diharapkan dapat mengurangi adanya potensi bullying yang terjadi di SDN Sukamulya, baik dari dalam maupun luar lingkungan sekolah,” Jelasnya.
Senada dengan itu, Ketua FPKT Kecamatan Paseh, Dede Riswanda, menyampaikan bahwa edukasi mengenai bullying perlu ditanamkan sejak dini.
“Sebagai bentuk usaha untuk meminimalkan aksi bullying terutama di lingkungan sekolah, baik secara langsung maupun di dunia maya, maka sangat diperlukan edukasi sedini mungkin dampak dan cara menghindari aksi tersebut agar nantinya tidak menjadi kebiasaan,” tutur Deris (panggilan akrab).
“Peran aktif orang tua serta seluruh perangkat sekolah juga sangat diperlukan untuk mendukung keberhasilan edukasi yang telah diberikan, dengan begitu tumbuh kembang anak dapat berjalan lebih optimal,” tutup Dede Riswanda.***







