Politik

Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, NURHASAN : ORMAS DAN PARTAI ISLAM PUNYA ANDIL BESAR LAHIRNYA NKRI

MAJALENGKA – Anggota MPR RI dari Fraksi PKS, Nurhasan Zaidi menjadi pembicara pada Sosialisasi Empat Pilar di Gedung Bapermin, Majalengka, pada Sabtu (20/06/20). Dalam acara yang dihadiri oleh Simpatisan dan kader PKS serta perwakilan pengurus daerah Ormas Islam ini, Nurhasan mengatakan bahwa Sosialisasi Empat Pilar ini diharapkan dapat mengingatkan kita bahwa Ummat Islam adalah salah satu unsur terpenting bangsa.

“Ormas Islam dan partai Islam memiliki andil yang besar dalam mendirikan dan memerdekakan Indonesia. Mereka terlibat langsung dalam BPUPKI dan PPKI, mempertahankan kemerdekaan Indonesia, merumuskan Pancasila dan memperjuangkan NKRI. Salah satunya adalah KH. Abdul Halim, pendiri Ormas PUI yang juga Pahlawan Nasional dari Majalengka adalah anggota BPUPKI”, lanjutnya.

Momentum sosialisasi ini menurut Nurhasan sangat bagus bagi masyarakat, sehingga semakin mengenali Indonesia dan memberikan kesadaran ummat untuk membela Indonesia di tengah persoalan kondisi phobia di Indonesia khususnya Islamophobia. “Indonesia ada karena tokoh-tokoh Islam dan tokoh kebangsaan,” tegasnya.

Nurhasan juga menjelaskan bahwa sosialisasi empat pilar ini untuk menyegarkan ingatan kembali pada sejarah Indonesia. “Kita harus berada dalam koridor Wasathiyah yang moderat dan menyejukkan, tidak berada pada Islam phobia. Karena, Indonesia adalah warisan para ulama yang hebat. Karena itu harus mengenali lebih jauh Indonesia, sebab tak kenal maka tak sayang”, jelasnya.

“Ini sebuah momentum memahami yang baik dan benar tentang Indonesia melalui Sosialisasi Empat Pilar dalam menghadapi separatisme, radikalisme, komunisme, atheisme dan liberalism. Kita harus menguatkan rasa nasionalisme, memperkokoh Persatuan dan terus menjaga Indonesia”, pungkasnya.

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Fajar Nusantara Online (FNO). PT. FNO telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button