DaerahPemerintahanPolitik

Nurhasan Zaidi: Empat Pilar Pondasi Sistem Demokrasi Indonesia

Fajarnusantara.com, Majalengka – Anggota MPR/DPR RI, H. Nurhasan Zaidi menggelar kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dihadiri Tokoh Masyarakat, Relawan dan Pengurus DPD PKS di Graha Saphura, Kabupaten Majalengka pada Selasa (23/1/2024).

“Saat ini adalah tahun politik yang menjadi titik tolak optimisme kemajuan bangsa untuk lima tahun ke depan, walaupun konsekuensinya akan menimbulkan dinamika. Untuk itu sebagai legislator kita merasa penting berupaya membangkitkan dan menguatkan pilar-pilar kebangsaan pada masyarakat Indonesia,” ucap Nurhasan.

Nurhasan menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR RI ini memuat poin-poin penting sendi berdedikasi di fastoto yang terdiri dari Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Dinamika dalam dunia perpolitikan itu wajar, berbeda pilihan politik itu biasa tapi jangan sampai merusak pergaulan dan persaudaraan kita, persatuan dan kesatuan bangsa itu segalanya,” lanjutnya.

Anggota DPR dari Dapil Jabar IX (Subang, Sumedang dan Majalengka) ini mengatakan bahwa estafeta kepemimpinan nasional dan pesta demokrasi menjadi momentum untuk Indonesia bangkit lebih baik, empat pilar menurutnya adalah pondasi Indonesia terhindar dari krisis keteladanan kepemimpinan bangsa.

“Hari ini, masyarakat dengan mudahnya dipertontonkan perihal perilaku oknum-oknum pejabat atau oknum penguasa yang jauh dari nilai keteladanan, praktek politik uang dan bayang kecurangan. Kondisi itu muncul akibat banyaknya pemimpin yang jauh dari nilai-nilai Pancasila, terutama ketuhanan, kurang memiliki nilai-nilai integritas, persatuan dan kesatuan yang juga mulai meluntur,” ungkapnya.

Menurut Nurhasan, seharusnya nilai-nilai ini harus terus dibangun dan dimasyarakatkan secara konsisten oleh para tokoh masyarakat dan pejabat publik. Hal ini ditujukan agar masyarakat dapat ikut mengakselerasi berbagai upaya negeri untuk bangkit dari dampak krisis.

“Keteladanan pemimpin saat ini menjadi yang utama. Pemilu tahun ini menjadi ajang kita pilih pemimpin yang cerdas serta memiliki integritas dan ketauladanan yang kuat. Mau berjuang bersama Ummat dan tidak terjebak pada ancaman kapitalisme yang sudah menjarah ke dalam ruang-ruang politik negara hingga ke tingkat daerah, ini yang utama!” pungkasnya.

Damha

Suka membaca dan menulis, selalu ingin belajar lebih baik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button