FAJARNUSANTARA.COM – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menggelar kegiatan santunan anak yatim dan berbagi takjil kepada masyarakat sekitar pada bulan Ramadan. Kegiatan sosial tersebut tidak hanya menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama, tetapi juga mempererat hubungan antara lembaga pelayanan gizi dengan masyarakat sekitar.
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sindangsari Hegarmanah menggelar kegiatan berbagi takjil kepada masyarakat dan santunan anak yatim di wilayah Dusun Sindangsari, Desa Hegarmanah, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Kegiatan tersebut berlangsung pada sore hari menjelang waktu berbuka puasa.
Petugas dan relawan SPPG tampak membagikan makanan takjil kepada para pengendara sepeda motor dan mobil yang melintas di Jalan Jatiroke–Cikeruh. Selain itu, SPPG juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim piatu serta menggelar acara buka puasa bersama warga sekitar.
Pemilik SPPG Sindangsari Hegarmanah, Vilcka Wahidatul, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat silaturahmi dengan masyarakat.
“Kegiatan ini kami lakukan untuk berbagi kebahagiaan di bulan Ramadan. Selain membagikan takjil kepada masyarakat dan pengendara yang melintas, kami juga memberikan santunan kepada 50 anak yatim dan mengadakan buka puasa bersama warga sekitar,” kata Vilcka saat ditemui di lokasi kegiatan. Senin 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan, SPPG Sindangsari pada dasarnya berfokus pada pelayanan pemenuhan gizi bagi para penerima manfaat, khususnya anak-anak sekolah mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA.
Menurut Vilcka, jumlah penerima manfaat program pemenuhan gizi yang dikelola pihaknya saat ini mencapai sekitar 2.800 hingga 2.900 orang, dengan kapasitas maksimal layanan hingga 4.000 penerima.
“Pada awal pembukaan, penerima manfaat hampir mencapai 4.000 orang. Namun saat ini kami batasi agar pelayanan tetap maksimal. Rata-rata penerima manfaat sekitar 2.800 sampai 2.900 orang,” ujarnya.
Ia juga berharap keberadaan SPPG Sindangsari dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat serta terhindar dari berbagai hal negatif.
Vilcka mengakui, dalam menjalankan sebuah program pelayanan terkadang muncul berbagai kritik, terutama di media sosial. Namun ia menegaskan pihaknya terus berupaya menjalankan kegiatan dengan sebaik mungkin.
“Mudah-mudahan SPPG Sindangsari selalu dijauhkan dari hal-hal negatif. Di media sosial kadang ada yang menilai kurang baik, padahal kami tidak pernah berniat melakukan kesalahan. Dalam pekerjaan tentu saja ada hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Ia pun berharap dukungan dan doa dari masyarakat agar SPPG Sindangsari dapat terus berjalan secara konsisten dan memberikan manfaat bagi banyak orang.
“Saya mohon doa dari semuanya agar SPPG Sindangsari bisa terus berdiri dengan istiqomah, berjalan lancar, dan selalu memberikan kebaikan bagi masyarakat,” tutur Vilcka.







