FAJARNUSANTARA.COM— Ratusan ibu dan anak mengikuti permainan tradisional yang digelar Persit Kartika Chandra Kirana Koramil 1004 Tanjungsari dan Koramil 1005 Jatinangor di halaman Makoramil 1004 Tanjungsari, Jalan Raya Tanjungsari–Sumedang No. 363, Minggu pagi, 16 Februari 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana.
Sejak pagi, halaman Makoramil yang biasa dikenal sebagai “Rumah Rakyat Patas” tampak berbeda. Anak-anak Himpaudi Kecamatan Tanjungsari bersama guru dan ibu-ibu Persit memadati lokasi untuk mengikuti berbagai permainan tradisional, seperti lompat tali karet gelang, bentengan, gobak sodor, congklak, dan bola bekel.
Danramil 1004 Tanjungsari Kapten Inf Agus Hermawan mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak di tengah gempuran permainan digital.
“Permainan tradisional mulai ditinggalkan karena gadget dan dunia maya. Padahal, permainan ini sangat penting untuk membentuk karakter, melatih kebugaran fisik, dan menanamkan nilai kebersamaan,” kata Agus saat ditemui di lokasi.
Menurut dia, permainan tradisional mendorong anak-anak untuk bergerak aktif, berinteraksi langsung, dan belajar bekerja sama.
“Anak-anak jadi lebih lincah, sportif, jujur, dan komunikatif. Ini berbeda dengan permainan digital yang cenderung pasif dan individual,” ujarnya.
Agus menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan anak-anak prajurit TNI dan peserta didik Himpaudi sebagai upaya menanamkan kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini.
“Kami berharap Generasi Emas Indonesia kembali mencintai permainan tradisional yang tidak kalah seru dibandingkan game digital,” ucapnya.
Selain memeriahkan HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara Persit, guru, dan masyarakat. Persit berharap kegiatan serupa dapat terus digelar untuk menjaga warisan budaya sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara fisik dan mental.**







