Pemerintahan

Peneliti BRIN : Ternak Ayam Memerlukan Kemandirian Bibit, Pakan dan Obat

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Pelatihan Budidaya Ternak Ayam di Hotel Kencana Sumedang, Selasa (25/10).

Menurut Kepala Pusat Riset Peternakan BRIN, Tri Puji Priyatno, kegiatan tersebut merupakan tugas BRIN dalam rangka memberikan riset dan inovasi kepada masyarakat.

Tugas BRIN, kata Tri, menciptakan ekosistem riset yang baik d tengah masyarakat.

“Kami juga ada fasilitasi usaha mikro, hasil kolaborasi dengan Komisi VII DPR RI. Kami dari BRIN akan memberikan dukungan teknologinya, pendamping nya,” kata Tri.

Selain Budidaya Ternak Ayam, menurut Tri, pelatihan ini juga harus difokuskan ke pemasaran.

Masih ditempat yang sama, Peneliti Pusat Riset Peternakan BRIN, Isbandi, yang juga merupakan pemateri pada pelatihan ini menyebutkan, untuk Peternakan memerlukan kemandirian bibit.

“Untuk peternakan kita memerlukan kemandirian bibit, kalah bisa kita sudah tidak bergantung pada produsen lain,” tuturnya.

Ia mencontohkan seperti ayam boiler yang dikuasai oleh perusahaan, mulai dari bibit, pakan dan obat.

“Contoh, ayam boiler, dari bibit, pakan, obat dikuasai mereka, kita hanya jadi buruh,” tuturnya.

Untuk itu, kata Ia, jika semuanya dikuasai perusahaan, sebagai masyarakat yang memelihara ayam suka dimainkan masalah harga.

“Jadi kita suka dimainkan soal harga, untuk itu kita harus mandiri bibit maupun pakan,” katanya.

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Fajar Nusantara Online (FNO). PT. FNO telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button