Pendidikan

Pelatihan Penyusunan Proposal, Karya Tulis Ilmiah Diapresiasi DPR RI Sebagai Gudangnya Ilmu

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (Brin) bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI) melaksanakan pelatihan penyusunan proposal dan karya tulis ilmiah untuk mahasiswa di Kabupaten Sumedang. Minggu (04/09/2022) di hotel puri khatulistiwa.

Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk Dr. Akbar Hanif Dawam A., MT mengatakan, bahwa pusat riset biomassa dan bioproduk merupakan organisasi riset hayati dan lingkungan BRIN, ada beberapa sebab munculnya riset biomassa dan bioproduk.

“Negara kita merupakan negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) melimpah namun sampai saat ini belum diolah seperti gracilaria, jamur, dan serat alam,” ujarnya.

Selanjutnya, kata ia, ketergantungan pada produk impor masih tinggi seperti b-glucam, pectin dan CBP.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke IPDN Jatinangor Soroti Pembenahan Kurikulum dan Fasilitas Praja

“Masih tingginya limbah biomassa seperti limbah kertas, limbah pelepas dan limbah gergaji, yang tentunya,” katanya.

Ia menjelaskan biomassa adalah segala jenis senyawa organik yang berasal dari
organisme hidup seperti tanaman, hewan dan mikroorganisme. Sifat terpenting dari biomassa adalah dapat diperbaharui (renewable material).

“Sementara bioproduk adalah berbagai produk yang dihasilkan dari bahan baku
biomassa baik berupa bioproduk konvensional seperti kertas, pulp
dan furniture atau bioproduk baru seperti bioplastik, bio-adhesif, biofuel, cellulose based, starch based, dan bioproduk fungsional,” kata ia.

Sementara, menurut Anggota DPR RI Nuhasan Zaidi bahwa pelatihan tersebut sengaja memilih pilihan dengan banyaknya pelatihan yang di tawarkan oleh Brin.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke IPDN Jatinangor Soroti Pembenahan Kurikulum dan Fasilitas Praja

“Saya apresiasi badan ini, karena terus melakukan pelatihan-pelatihan di tengah kondisi bangsa ekonomi sedang pasang surut, supaya kita menghibur situasi seperti ini kita menghibur dengan menulis dan membaca,” katanya.

Nurhasan menyebutkan, dirinya memberikan pesan kepada para peserta yang merupakan mahasiswa inti dari penulis ilmiah itu banyak membaca dan menulis, karna tanpa membaca tidak bisa menulis karena konten bacaan itu dari isi kepala yang ada dikepala.

“Termasuk kritis juga butuh ilmu, kalau tidak membaca asal kritik aja keritik-kritik tidak ada kualitasnya, tapi mengkritik itu melalui tulisan kalau melalui lisan, menyapaikan ide, gagasan, melalui lisan akan hilang di udara, tapi kalau melalui tulisan dia abadi kasarnya seperti itu dalam sebuah kertas tulisan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kunjungan Kerja Komisi II DPR RI ke IPDN Jatinangor Soroti Pembenahan Kurikulum dan Fasilitas Praja

Menurut ia, menjadi seorang menulis menajamkan pikiran, dan mengikat pengetahuan, pelatihan ini sangat cocok diikuti anak muda, karena pikirannya masih fresh.

“Saya bilang jangan malas, jangan banyak maen game, kalo kebanyakan maen game tidak bisa menjadi penulis. Musuh itu ada pada diri kita, jadi jangan menyalakan atau mengoblok-goblokan orang, musuh kita itu diri kita sendiri, kalo kita mau menjadi orang sukses taklukan diri kita menjadi orang yang semangat, jangan nyalah nyalahin orang udah biarin negara urusan pemerintah sekarang urus diri kita taklukan diri kita menjadi orang yang rajin membaca menulis mandiri,” tandasnya. (ESH).

 

 

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
PETIR800 LOGIN PETIR800