Penguatan Amal Usaha Muhammadiyah di Sumedang, Majelis Dikdasmen PNF Lakukan Pendampingan
FAJAR NUSANTARA. COM, Tanjungmedar – Merupakan momen penting bagi penguatan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Kabupaten Sumedang.
Kegiatan pendampingan ini menjadi bagian dari tindak lanjut pelatihan Kepala Sekolah Muhammadiyah, sebagai bagian dari kesungguhan untuk mendorong kemajuan pendidikan berbasis persyarikatan. Rabu (31/12/2025).
Kolaborasi apik Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sumedang, Majelis Dikdasmen serta Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Sumedang membuahkan kegiatan pendampingan yang menyasar langsung ke akar pengelolaan sekolah.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini tertuju ke Amal Usaha Muhammadiyah MI Muhammadiyah Gunung Geulis yang berlokasi di Kecamatan Tanjungmedar Kabupaten Sumedang.

Dalam sambutannya, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Sumedang, DR Enang Ahmadi, M.Pd., menekankan pentingnya evaluasi nyata pasca pelatihan kepala sekolah.
“Kegiatan ini diselenggarakan untuk monitoring pengelolaan sekolah setelah Diksuspala apakah ada perubahan, dilihat dari jumlah siswa barunya, jika meningkat, berarti kepala sekolah yang mengikuti Diksuspala tersebut berhasil, itu ukurannya,” katanya.
Lebih dari sekadar monitoring, kegiatan ini juga menjadi ruang diskusi tentang arah pengembangan sekolah Muhammadiyah ke depan. Agus Suroyo, M.Pd.I., dari Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PPM), menyampaikan pandangannya mengenai strategi agar sekolah Muhammadiyah semakin diminati.
“Sekolah perlu membuat inovasi dalam penyelenggaraan, jangan biasa-biasa saja dan buat sekolah itu diminati oleh masyarakat menengah ke atas, biarlah yang gratis-gratis itu sekolah negeri, sekolah kita perlu berbeda dengan sekolah lain.
Buatkan sekolah Muhammadiyah memiliki ciri khas khusus, sehingga menjadi pilihan bagi masyarakat. Dan sekolah perlu memperbanyak kegiatan ekstrakurikuler, kegiatan-kegiatan yang di sekolah disampaikan ke orang tua siswa,” ungkapnya.
Di tempat terpisah ketua PDM Sumedang, KH Dadang Setiawan, menyoroti pentingnya kekompakan dan komitmen moral dalam pengelolaan AUM.
“Komitmen guru dan Kepala Sekolah Muhammadiyah dalam pengelolaan AUM, menjaga integritas dan moralitas serta selalu kompak tidak terkotak-kotak di dalam sekolah sehingga AUM kita berkemajuan,” tegasnya.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah terus bergerak menyesuaikan diri dengan tuntutan zaman, tanpa kehilangan nilai-nilai yang menjadi fondasi perjuangannya. Dengan semangat kebersamaan, pendampingan ini diharapkan menjadi titik tolak bagi sekolah-sekolah Muhammadiyah di Bangka Belitung untuk terus tumbuh dan berdaya saing. (Dd)