DaerahPendidikan

Gelar Pelatihan AI Berbasis Deep Learning, SMP Plus Persis Tanjungsari Dorong Literasi Digital Guru

FAJARNUSANTARA.COM, Sumedang – SMP Plus Persis Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, menyelenggarakan Pelatihan Penggunaan AI dalam Deep Learning Secara Tepat, Bijak, dan Legal pada 2–3 Januari 2026 di Aula Lantai 2 SMP Plus Persis Tanjungsari. Sabtu (3/1/2026).

Kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai forum pengayaan wawasan, tetapi juga sebagai pelatihan praktis yang membekali guru dengan keterampilan langkah demi langkah dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) secara bertanggung jawab dalam pembelajaran. Sabtu (3/1/2026).

Pelatihan menghadirkan Agus Susilo Saefullah, M.Pd., dosen Fakultas Agama Islam Universitas Singaperbangsa Karawang, sebagai narasumber.

Dalam sesi pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan pemahaman konseptual mengenai deep learning dan etika penggunaan AI, tetapi juga diajak mempraktikkan langsung penggunaan AI mulai dari menyusun narasi bahan ajar, merancang soal, menganalisis jawaban siswa, hingga membaca kecenderungan hasil belajar.

Seluruh proses dilakukan secara terstruktur dan bertahap dengan penekanan pada prinsip tepat sasaran, bijak dalam penggunaan, serta patuh pada aspek legalitas.

Peserta pelatihan yang terdiri atas pimpinan sekolah dan 21 guru dari SMP Plus Persis Tanjungsari serta SDIT Kayyatal Jihaz mengikuti kegiatan secara aktif. Dalam setiap sesi praktik, guru didampingi untuk memahami cara menyusun perintah (prompt) yang benar, menyeleksi hasil keluaran AI, serta memastikan bahwa teknologi tersebut tidak menggantikan proses berpikir siswa dan tetap berada di bawah kendali profesional guru.

Salah satu peserta, Devi Rizki Apriliani, S.Ag., guru mata pelajaran SMP Plus Persis Tanjungsari, menyampaikan bahwa pendekatan praktik langsung membuat pelatihan ini terasa relevan dan aplikatif. Ia mengaku memperoleh pemahaman baru sekaligus kesadaran etis dalam menggunakan AI, sehingga lebih berhati-hati dan proporsional dalam memanfaatkannya sebagai alat bantu pembelajaran.

Hal serupa diungkapkan oleh Bela Nabila Repa, guru kelas SDIT Kayyatal Jihaz, yang menilai pelatihan ini sangat berkesan karena tidak berhenti pada tataran teori.

Menurutnya, praktik langsung yang dipandu secara bertahap membantu guru memahami bagaimana AI dapat digunakan secara tepat dan bijaksana dalam kegiatan belajar mengajar.

Kepala Sekolah SMP Plus Persis Tanjungsari, Fikri Islamie, M.Ag., menegaskan bahwa pelatihan ini diharapkan mampu menyiapkan guru agar lebih siap dan cakap menghadapi pemanfaatan AI yang semakin masif dalam dunia pendidikan yang telah banyak terdigitalisasi.

Ia menilai pendekatan praktik langsung menjadi kunci agar guru tidak sekadar mengenal AI, tetapi mampu menggunakannya secara nyata dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Kepala SDIT Kayyatal Jihaz, Guntur Rijaluddin, M.Pd., menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam menyiapkan guru menghadapi generasi muda yang semakin melek teknologi.

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini sejalan dengan upaya optimalisasi berbagai fasilitas pendukung pembelajaran digital yang telah tersedia, seperti smart TV, program peningkatan kapasitas SDM, dan sarana teknologi lainnya.

Melalui pelatihan yang mengombinasikan pemahaman konseptual dan praktik langsung, para guru diharapkan mampu memanfaatkan AI secara cerdas, etis, dan legal, sehingga teknologi benar-benar menjadi alat bantu untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih mendalam, bermakna, dan berorientasi pada pengembangan peserta didik.**

Dodi Partawijaya

Dodi Partawijaya aktif sebagai seorang jurnalis dimulai sejak berdirinya Fajar Nusantara. Selain aktif di dunia jurnalis, Dodi juga aktif di ormas kepemudaan Islam dan juga berbagai organisasi lainnya. Jaringannya yang luas, membuatnya mampu berkontribusi untuk memberika ide dan gagasan melalui tulisan di Fajar Nusantara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button