Kolaborasi Pemprov Jabar-ASECH, Jatinangor Menuju City of Digital Knowledge
FAJARNUSANTARA.COM- Pemerintah Daerah Jawa Barat berkolaborasi dengan pengusaha dalam upaya menjadikan Jatinangor sebagai kota percontohan berbasis pengetahuan digital, “City of Digital Knowledge.” Kamis 7 November 2024.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan memanfaatkan potensi sumber daya manusia dan teknologi digital.
Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan Jatinangor sebagai kota dengan sistem digital yang terpadu dalam aspek sosial, ekonomi, dan budaya. Acara akan mencakup peresmian fasilitas digital dan pengembangan pelayanan publik berbasis teknologi.
Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, dalam kunjungan kerja bersama ASECH Indonesia menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan mengangkat potensi Jatinangor.
“Hari ini, saya melakukan kunjungan kerja bersama ASECH yang memfasilitasi dorongan bagi Jatinangor menjadi ‘City of Digital Knowledge’, sebuah kota berbasis pengetahuan digital,” ujar Herman.
Ia menyebut Jatinangor sebagai kawasan yang kompleks dan memiliki potensi sumber daya manusia yang kuat.
“Sangat logis jika Jatinangor dijadikan kawasan perkotaan percontohan di Indonesia, terutama dengan kelebihan dalam bidang pengetahuan,” tambahnya.
Herman juga menyampaikan harapannya agar kolaborasi ini dapat mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat Jatinangor.
“Kami dari Pemprov Jabar sangat mengapresiasi kolaborasi ini. Mudah-mudahan dengan adanya ‘City of Digital Knowledge’, investasi dapat meningkat, namun lebih kepada industri berbasis pengetahuan atau ‘soft industry’ yang ramah lingkungan dan berdampak positif bagi masyarakat,” ujarnya.
Selain itu, Herman meminta Camat dan Kepala Desa untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik.
“Saya minta kepada Camat dan Kepala Desa agar mengedukasi masyarakat tentang keuntungan digitalisasi, contohnya, layanan publik yang biasanya lama kini dapat dipercepat menjadi kurang dari 10 menit,” jelasnya.
Herman juga melakukan kunjungan langsung ke Mal Pelayanan Publik (MPP) mini di Sabusu, Jatinangor, untuk memastikan operasional dan layanan yang telah tersedia.
“Saya sangat mengapresiasi pelayanannya, dan bangga dengan capaian ini. Nantinya, selain layanan digital, akan tetap ada layanan manual untuk menjaga keseimbangan,” ujar Herman.
Sementara itu, Erika Malonda, Presiden Direktur ASECH Indonesia, mengungkapkan pihaknya sangat antusias dalam mendukung perkembangan digital di Jatinangor.
“Kami mencoba membantu khususnya di Kecamatan Jatinangor dengan menyediakan ruang-ruang interaksi publik baru dan merevitalisasi beberapa area untuk mendukung komunitas serta membawa teknologi global yang dapat menginspirasi masyarakat di sini,” kata Erika.
Ia juga menambahkan bahwa ASECH Indonesia memiliki pusat pengembangan digital di Jimbaran, Bali, dan kini menjadikan Jatinangor sebagai fokus baru untuk menerapkan konsep “City of Digital Knowledge.”
“Nantinya, kami akan meluncurkan Jatinangor sebagai kota pengetahuan digital pada tanggal 10-11 Desember 2024 di Technolife,” tambah Erika.**







