Nasional

Warga Lereng Gunung Terus Diungsikan, Ini Pesan Juru Kunci Merapi

FAJARNUSANTARA.COM, KLATEN – Semenjakstatusnya menjadi siaga, ratusan warga lereng Gunung Merapi terus dievakuasi. Seperti warga di Balerante, Klaten Provinsi Jawa Tengah karena dianggap rentan saat terjadi erupsi Merapi

Menyikapi kondisi Gunung Merapi saat ini, juru kunci Gunung Merapi Mas Kliwon Suraksohargo Asihono meminta warga di sekitar lereng Merapi untuk waspada dan mematuhi anjuran pemerintah.

“Seperti kondisinya saat ini, Gunung Merapi sudah siaga jadi warga perbatasan Jawa Tengah-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga harus ikut tingkatkan kewaspadaanya,” ujarnya, seperti dikutip dari kompas.com, Minggu (8/11).

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Klaten, Anwar menuturkan, ada sekitar 150 warga telah dievakuasi. Hal itu, katanya, sebagai antisipasi jika terjadi erupsi di Gunung Merapi.

“Kita kedepankan persuasif kepada masyarakat. Harapan kita iya bisa kita ajak untuk turun karena keselamatan itu yang utama,” katanya

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magelang Edy Susanto, menyebut bahwa pihaknya juga telah mengevakuasi warga di sejumlah titik.

“Sebelumnya sudah ada 607 pengungsi dan saat ini jadi 635 orang. Tambahan 28 pengungsi ini berasal dari Desa Ngargomulyo dan Paten, Kecamatan Dukun,” katanya saat meninjau pos pengungsian Merapi di Balai Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan di Magelang.

Selama di pengungsian, kata dia, karena masih pandemi covid-19, warga diminta untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Protokol kesehatan tetap dilakukan dengan dilakukannya ‘rapid test’ (tes cepat) kepada para pengungsi,” tuturnya. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button