
FAJARNUSANTARA.COM- Fajar Aldila, bakal calon wakil bupati Sumedang dari Partai Amanat Nasional (PAN), yang mewakili kaum milenial dan Gen Z, menegaskan komitmennya untuk menciptakan lapangan kerja bagi kaum muda di Sumedang.
Fajar, yang akan berpasangan dengan calon inkumben Dony Ahmad Munir, menyatakan fokusnya pada peningkatan kesempatan kerja, terutama bagi warga lokal. Sabtu 14 September 2024.
Politisi Muda dan nyentrik ini, menekankan pentingnya kolaborasi dengan investor di daerah Dapil 5 dan 6 (Tanjungsari, Sukasari, Rancakalong, Pamulihan, Cimanggung, dan Jatinangor) yang dikenal sebagai kawasan pendidikan dan industri.
Menurutnya, potensi besar daerah ini harus dimaksimalkan untuk kesejahteraan warga lokal, khususnya dalam membuka lapangan kerja.
“Saya tidak punya trik khusus untuk menarik perhatian milenial. Yang saya lakukan hanya menyampaikan program-program yang mudah dipahami oleh anak muda. Saya ingin menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja bagi warga lokal, khususnya di Dapil 5 dan 6,” kata Fajar saat ditemui di kampus Ma’soem University, Jatinangor, Jumat (13/9/2024).
Memaksimalkan Potensi Kawasan Industri dan Pendidikan
Fajar menjelaskan bahwa Sumedang memiliki potensi besar di sektor industri dan pendidikan. Namun, menurutnya, perlu ada upaya untuk menarik lebih banyak investor
. “Kita harus bisa membawa kawasan industri ini memberikan manfaat bagi warga lokal, bukan hanya sekadar menjadi penonton,” tegasnya.
Dia menambahkan, saat ini Sumedang masih kalah bersaing dengan daerah lain seperti Subang dan Karawang yang lebih dekat dengan pusat ekonomi, seperti Jakarta dan Pelabuhan Cirebon.
Namun, Fajar optimistis, dengan infrastruktur seperti Tol Cisumdawu dan akses ke Bandara Kertajati, kawasan industri Sumedang bisa berkembang pesat.
Selain itu, Fajar juga menyoroti pentingnya kawasan pendidikan di Jatinangor. Dia ingin membuat Jatinangor lebih ramah bagi pelajar dan investor.
“Jatinangor harus menjadi tempat yang mudah diakses oleh berbagai transportasi, nyaman bagi masyarakat dari berbagai daerah, dan ramah bagi investasi,” ujarnya.
Kampanye yang Dekat dengan Teknologi dan Generasi Muda
Berbicara soal kampanye untuk meraih simpati milenial dan pemilih pemula, Fajar menilai bahwa pemuda saat ini sudah sangat melek teknologi. Oleh karena itu, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu strategi utamanya.
“Saya selalu bilang ke Gen Z bahwa saya bukan seorang politikus. Saya ini seorang praktisi hukum yang menerapkan ilmu filsafat dalam kehidupan masyarakat. Saya yakin anak muda sekarang tidak tertarik dengan politik uang, mereka memilih sesuai dengan kebebasan mereka,” ujar Fajar.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya dan tim tidak memiliki trik khusus untuk meraih simpati milenial.
“Kami tidak mau menjual janji kosong. Program-program yang kami tawarkan nyata dan relevan dengan kebutuhan kaum muda,” tandasnya.
Fajar berharap, dengan dukungan dari warga Sumedang, khususnya kaum milenial, ia bisa menjalankan program-program yang akan membawa perubahan signifikan bagi daerahnya.
“Saya berpesan kepada kaum muda untuk selalu berusaha dan tidak berhenti berharap. Pemerintah ada untuk mendukung mereka,” pungkasnya.**







