Langkah ini diambil karena warga merasa minimnya sosialisasi terkait rencana tersebut dan menolak keberadaan TPSA di wilayah mereka.
Pj Bupati Sumedang, Herman Suyatman, turun langsung untuk bertemu dengan warga dan memberikan penjelasan mengenai rencananya.
Meskipun situasinya memanas, Pj Bupati berhasil mencairkan suasana dan meminta kerja sama dari semua pihak.
Warga menolak menandatangani komitmen bersama terkait operasionalisasi TPSA Cijeruk, malah membubarkan diri dengan alasan tertentu.
Herman menjelaskan bahwa ini adalah uji coba sanitary landfill, dan jika terjadi kebocoran, pihaknya akan melakukan perbaikan.
Sebelumnya, warga telah mengirim surat keberatan ke DPRD Sumedang dan menyampaikan keberatan dalam rapat desa yang dihadiri Camat Pamulihan serta dinas terkait.
Perwakilan warga, Hendra, menyatakan kekecewaannya terhadap tindakan pemerintah yang datang tanpa pemberitahuan.
“Kami keberatan karena belum ada jawaban serta titik temu,” ujarnya.
Warga berharap pemerintah daerah lebih memperhatikan dan mempertimbangkan keberatan masyarakat terkait rencana tersebut.
Dalam kejadian tersebut, enam truk sampah akhirnya dibagi, dengan lima truk menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ciberem,
Sementara sisanya dibuang di bahu jalan nasional Cadas Pangeran atas setengah truck, dan sisanya dibawa ke TPSA Cijeruk.**