Sampah Menumpuk di Selokan Pemdes Mekargalih Bersihkan Sungai, Diangkut DLHK
FAJARNUSANTARA.COM – Tumpukan sampah dan pendangkalan saluran air di Desa Mekargalih, Kecamatan Jatinangor, memicu banjir yang meresahkan warga. Pemerintah desa bersama warga turun langsung membersihkan selokan yang melintasi beberapa RW guna mencegah luapan air saat hujan.
Saluran air yang membentang di RW 10, 11, 12, dan 13 dan Rukun Warga 8 Desa Mekargalih Kecamatan Jatinangor Kabupaten Sumedang mengalami pendangkalan dan dipenuhi sampah. Kondisi ini menyebabkan aliran air tidak lancar hingga kerap meluap dan membanjiri permukiman warga, terutama saat hujan deras.
Kepala Desa Mekargalih, Dadan Jamaludin, bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan warga setempat melakukan aksi bersih-bersih di sepanjang selokan.
Sampah yang menumpuk kemudian diangkut menggunakan kendaraan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang.
Dadan mengatakan, langkah cepat ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir susulan.
“Kami berupaya langsung membersihkan sampah yang menumpuk di selokan ini agar aliran air kembali normal,” kata Dadan saat ditemui di lokasi, Senin, 13 April 2026.
Ia mengaku bersyukur mendapat dukungan dari Dinas Lingkungan Hidup yang difasilitasi pihak kecamatan.
“Alhamdulillah ada bantuan dari DLHK Sumedang yang didorong oleh Camat Jatinangor, sehingga sampah bisa langsung diangkut,” ujarnya.
Menurut Dadan, pemerintah desa juga mengerahkan warga untuk mempercepat proses pembersihan.
“Kami kerahkan warga supaya pekerjaan ini bisa selesai hari ini, karena kami khawatir akan ada hujan susulan,” kata dia.
Namun, ia menilai pembersihan sampah saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan banjir. Pendangkalan saluran dan kondisi gorong-gorong yang sempit menjadi faktor utama penyebab air meluap.
“Saluran sudah sangat dangkal, bahkan terowongan di bawah jalan nasional hampir tersumbat. Kalau hujan deras, air dan sampah pasti tersangkut di sana dan akhirnya meluap ke rumah warga,” ucapnya.
Dadan berharap pemerintah segera melakukan normalisasi sungai, termasuk pengerukan dan perbaikan gorong-gorong.
“Kami sudah beberapa kali mengajukan permohonan, tapi belum ada jawaban pasti. Mudah-mudahan ke depan normalisasi ini bisa segera terealisasi,” kata dia.**







