Pembinaan Petani Tembakau di Sumedang Fokus pada Diversifikasi dan Teknologi Budidaya

FAJARNUSANTARA.COM – Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Sumedang terus mendorong peningkatan kapasitas petani tembakau melalui program pembinaan dan sosialisasi yang didanai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Fokus kegiatan adalah pada pemberdayaan dan diversifikasi produk tembakau agar petani lebih sejahtera.
“Kegiatan DBHCHT ini kami gunakan untuk memberdayakan kelompok tani tembakau di Sumedang,” kata Kepala Bidang Ketahanan Pangan Iwan Gusti saat ditemui di sela kegiatan pembinaan di Kecamatan Tanjungsari, Jumat, 21 Juni 2025.
Menurut Iwan, pihaknya mengedukasi petani agar memahami cara budidaya tembakau yang efektif dan efisien. Selain itu, petani juga didorong memanfaatkan teknologi dan tidak hanya menjadikan tembakau sebagai bahan baku rokok.
“Kami sampaikan ke petani, tembakau itu bisa diolah menjadi pestisida nabati, bahkan bisa digunakan untuk parfum. Ini bagian dari diversifikasi,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah mengkaji kemungkinan menanam tembakau tidak hanya di musim kemarau.
“Biasanya tembakau hanya ditanam di musim panas, tapi kami sedang meneliti apakah memungkinkan ditanam juga di musim penghujan,” kata Iwan.
Terkait fluktuasi harga, Iwan menyebut sudah ada korporasi yang menaungi petani, yakni Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Namun ia mengakui bahwa sosialisasi yang dilakukan pemerintah masih bersifat bertahap.
“Jumlah petani cukup banyak, jadi belum semua terjangkau. Kami bergerak pelan tapi pasti,” ujarnya.
Iwan menegaskan bahwa program ini sejalan dengan amanat pemerintah pusat yang menekankan pentingnya peningkatan kesejahteraan petani, mulai dari kualitas tembakau hingga siklus perdagangannya.
“Kami berharap para petani tembakau bisa lebih sejahtera, dari hulu sampai hilir. Pertemuan rutin dengan pengusaha tembakau juga perlu digencarkan,” katanya.**







