Retret Gelombang II IPDN, Fadli Zon: Budaya Harus Jadi Fondasi Pembangunan Nasional

FAJARNUSANTARA.COM- Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjadikan budaya sebagai fondasi utama dalam pembangunan nasional. Hal itu ia sampaikan saat menjadi pembicara dalam kegiatan Retret Kepala Daerah Gelombang II di Balairung Rudini, Kampus Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Selasa, 24 Juni 2025.
“Memajukan kebudayaan nasional itu sudah menjadi amanat konstitusi. Karena itu, pemerintah membentuk Kementerian Kebudayaan agar urusan ini lebih terfokus dan terarah,” kata Fadli di hadapan para kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Fadli menyebut nilai-nilai kebudayaan penting sebagai fondasi moral dan spiritual dalam mewujudkan Asta Cita Presiden. Menurut dia, kemajuan ekonomi dan teknologi akan kehilangan arah bila tidak ditopang oleh budaya yang kuat.
“Tanpa budaya, pembangunan bisa kehilangan makna. Karena itu, kepemimpinan di daerah pun harus berbasis nilai-nilai budaya,” ujarnya.
Ia menekankan, tanggung jawab memajukan kebudayaan tidak hanya ada di tangan pemerintah pusat. Pemerintah daerah juga memegang peran strategis, termasuk sektor swasta yang dinilainya bisa mendukung program budaya agar punya nilai ekonomi yang kuat.
Fadli lalu mencontohkan praktik baik dari Bali yang menurutnya sukses mengangkat budaya lokal ke level internasional.
“Baru beberapa hari lalu saya diundang Gubernur Bali, Pak Wayan Koster, membuka Pesta Kesenian Bali. Dari situ kita bisa melihat kekayaan dan keberagaman budaya di tiap kabupaten dan desa,” tuturnya.
Lebih jauh, Fadli menyebut budaya sebagai soft power penting bagi Indonesia. Dengan kekuatan tersebut, Indonesia bisa memperluas pengaruh global dari sisi kebudayaan.
“Ekonomi kreatif salah satu buktinya. Banyak film lokal kita yang sukses dan itu jadi media promosi yang kuat untuk budaya dan daerah,” kata Fadli.
Ia pun mendorong kepala daerah untuk lebih serius memperhatikan sektor budaya sebagai wahana edukasi sekaligus penggerak ekonomi daerah.**







