AgamaDaerahHukum

Maraknya Aski Demo, Abuya Muhyiddin: “Ibu Pertiwi, Kau Indah Tapi Rakyatmu Menderita”

FAJARNUSANTARA.COM – Di tengah gelombang aksi protes yang meluas di berbagai daerah, Abuya Prof. Dr. (H.C.) K.H. Muhammad Muhyiddin AbduL Qodir Almanafi menyampaikan pesan penuh keprihatinan tentang kondisi bangsa. Tokoh karismatik asal Sumedang itu menilai Indonesia yang kaya raya justru menyisakan rakyat hidup dalam kesusahan.

“Wahai Ibu Pertiwi! Wahai Indonesia! Kau teramat indah, tiada bandingannya. Tanahmu subur, kekayaanmu melimpah, tapi kenapa bangsamu masih banyak yang kelaparan, menganggur, dan hidup di bawah garis kemiskinan?” kata Abuya Muhyiddin dalam pesannya, Minggu, 31 Agustus 2025.

Ia menegaskan bangsa Indonesia semestinya mampu berdiri sebagai bangsa paling makmur di dunia. Namun realitasnya, kesenjangan ekonomi kian terasa.

“Siapa yang sudah berani berbuat ketidakadilan, menyalahgunakan hukum, hingga membuat kebijakan-kebijakan yang menyengsarakan bangsamu ini?” ujarnya.

Abuya juga menyinggung makna kemerdekaan yang dinilainya memudar ketika rakyat masih bergulat dengan penderitaan.

“Apa arti kekayaanmu yang melimpah jika bangsamu penuh derita seperti ini? Apakah para penjajah baru sudah muncul kembali di punggungmu?” katanya.

Ia menutup pesannya dengan ungkapan duka mendalam.

“Saya ikut sedih. Saya ikut berkabung bersamamu. Bendera Merah Putih yang Agung sekarang berkibar setengah tiang. Maafkan, wahai Ibu Pertiwi, saya tidak mampu membelamu. Hanya doa dan air mata yang kupanjatkan,” tutur Abuya dengan suara haru.

Pesan itu menjadi refleksi sekaligus kritik moral di tengah situasi ekonomi yang menekan, dari melonjaknya harga kebutuhan pokok hingga semakin sulitnya lapangan kerja.

Suara Abuya Muhyiddin menggema sebagai pengingat agar bangsa tak kehilangan arah di tengah gejolak zaman.**

Enceng Syarif Hidayat

Enceng Syarif Hidayat adalah seorang jurnalis yang aktif liputan di Sumedang, Jawa Barat. Enceng mengawali karirnya di dunia jurnalistik dimedia lokal online Sumedang. Liputan utamanya di wilayah Barat Sumedang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button