FAJARNUSANTARA.COM– Ribuan jamaah menghadiri Tabligh Akbar dalam rangka Gebyar Muharram 1448 Hijriah dan Reuni Alumni ke-16 Pondok Pesantren Al-Fauziyyah di Kompleks Ponpes Al-Fauziyyah, Kampung Haurbuyutkaum, Desa Bojongemas, Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung, Sabtu malam, 11 Juli 2026.
Kegiatan yang dimulai pukul 19.00 WIB itu menghadirkan sejumlah mubaligh, di antaranya KH. Iing Sholihin dari Pondok Pesantren Miftahul Falah Nengkelan, KH. A. Nashir Najmuddin selaku pimpinan Ponpes Al-Fauziyyah, serta penceramah asal Sumedang, Uyut Hanjuang Beureum.
Dalam tausiyahnya, Uyut Hanjuang Beureum mengajak umat Islam untuk menghormati dan mencintai guru sebagaimana menghormati kedua orang tua.
“Kita harus benar-benar menghargai seorang guru selain ibu dan bapak kita. Karena dari guru, kita mendapatkan ilmu dan petunjuk dalam menjalani kehidupan,” kata Uyut di hadapan jamaah.
Ia menegaskan, menghormati guru merupakan salah satu jalan memperoleh keberkahan hidup. Menurut dia, seseorang yang tidak menghargai gurunya dikhawatirkan akan kehilangan keberkahan ilmu yang diperoleh.
Selain itu, Uyut mengingatkan keistimewaan bulan Muharram yang menjadi momentum pengampunan bagi sejumlah nabi dan rasul. Karena itu, umat Islam diminta memperbanyak amal saleh dan meningkatkan kecintaan kepada para ulama.
“Di bulan Muharram ini, kita harus lebih mencintai para ulama agar hidup kita lebih berkah. Umat Islam juga harus lebih semangat menjalankan kehidupan dan membuktikan bahwa kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.
Tabligh Akbar tersebut menjadi bagian dari syiar Islam sekaligus ajang silaturahmi para alumni Pondok Pesantren Al-Fauziyyah yang telah berlangsung selama 16 tahun. Acara juga diisi pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa bersama untuk keberkahan pesantren serta para alumni.***



