DaerahPendidikan

Konsisten Lestarikan Tari Tradisional, STB Cetak Penari Berkualitas dan Berprestasi

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Sanggar Seni Tari Bisma (STB) konsisten dalam melestarikan kesenian Tari Tradisional. Sanggar tari yang bermarkas di Dusun Karanglayung Desa Tanjungmekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang Jawa Barat itu, terus mencetak penari yang berkualitas.

Ilis Suarsih S.Pd, pengurus sekaligus pelatih di STB mengatakan, dia meresmikan TSB ini dari dua tahun yang lalu. Saat itu, jumlah siswa hanya 43 orang. Namun, respon dari para peserta termasuk orangtua siswa didiknya, sangat baik. Sehingga setiap tahunnya, banyak yang berlatih di sanggarnya.

“Sebenarnya saya tuh gak sengaja membuat sanggar. Mungkin karna di setiap tahun anak-anak di sekolahan ikut lomba LPSM Seni Tari, alhamdulilah Kecamatan Tanjungkerta dan Kecamatan Buahdua selalu mendapatkan juara pertama. Ya mungkin dari prestasi saya di sekolah Itu, banyak orangtua murid yang menginginkan anak-anaknya dilatih khusus,” katanya saat ditemui Fajarnusantara.com di sanggarnya, Minggu (8/11).

Baca Juga :  Berikut Strategi Kang RinSo Membina dan Memelihara Kader Agar Tetap Solid

Menurut Ilis, para orangtua datang menitipkan anak-anaknya untuk berlatih tari di keriamannya. Mereka meminta agar anaknya dididik secara khusus dalam bidang seni tari. Sehingga anak-anak mampu meriah prestasi sekaligus mengenal luas karya Seni Sunda yang ada di Indonesia khususnya di daerah Tanjungkerta.

“Saya membuat sanggar ini tidak meminta biyaya apapun, namun karena kesepakatan, para orangtua mereka berinisiatif untuk mengadakan uang pembinaan atau pelatihan di setiap pertemuan. Mereka bersepakat di setiap pertemuan ngasih Rp 10.000 dan uang itu digunakan untuk membeli peralatan dan juga baju Sanggar Tari Bisma,” tuturnya.

Peserta didik Sanggar Seni Tari Bisma foto bersama disela latihan.

Ilis pun mengulas awal mulanya dirinya membuka pelatihan. Saat itu anak didiknya dilatih di dalam rumah karena jumlahnya masih sedikit Muridnya. Namun melihat respon baik dari peserta tari, Ilis pun memutuskan melakukan latihan tari di pekarangan rumahnya yang lumayan luas.

Baca Juga :  Ini Kronologi Kecelakaan Maut Bus Wisatawan Asal Jatinangor yang Menewaskan 4 Orang

“Bukan anak-anak dari daeran sini aja yang mengikuti, ada juga dari daerah lain. Kebanyakan yang ikut tuh dari daerah Hariang Buahdua, Tanjungkerta, Kecamatan Cimalaka dan banyak lagi daerah lainnya,” sebutnya.

Sejak dia membuka STB dan hingga saat ini, sudah banyak raihan prestasi yang diarih anak-anak didiknya. Seperti mendapatkan trophy dai juara harapan dua dan tiga Got Talent Asia Plaza, kemudian Pasang Giri yang digelar di UPI, Pasang Giri Cafe Cinta, Pasang Giri di  Unwim.

“Alhamdulilah udah ada beberapa piala yang didapatkan oleh mereka (siswa didik, red), dari juara harapan 2 singel, juara harapan 3 singel dan juara favorit. Karena dalam setiap tahunnya selalu juara juga dalam FLS2N Cabang Senitari Kreasi Baru tingkat Kecamatan Buahdua dan Tajungkerta. Harapan saya kedepannya, supaya anak didik saya bisa terus berprestasi dan bisa terkenal di mancanegar, amiin,” harap Ilis.

Baca Juga :  Pawai Ta'aruf Akan Meriahkan MTQ ke-37 Tingkat Provinsi Jawa Barat, Catat Waktu dan Tempatnya !!!

Sementara itu, Asisten BTS yang juga anak didik di sanggar itu, Suci Tri Aura Nurani mengaku senang dapat belajar tari. Sebab dari setiap latihan yang digelar, dapat menambah motivasi untuk kedepannya sekaligus menambah ilmu untuk melangkah lebih maju.

“Intinya ingin melestarikan buday Seni Tari Tradisional yang ada di Indonesia. Harapan saya, suapaya teman-teman di sini bisa berprestasi untuk mewakili Kecamatan Tanjungkerta dan mengharumkan nama baik Sanggar Tari Bisma,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan Chelsi Putri Ramadani salah seorang peserta didik di STB. Dia mengaku bangga dapat berlatih tari di STB. Apalagi dirinya dapat mengembangkan bakatnya dalam bidang kesenian, khususnya seni tari.

“Saya ingin menambah wawasan lebih luas dan mencapai apa yang saya cita-citakan sebagai penari Sunda Internasional, amiin,” harpnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button