Setahun Kepemimpinan, Bupati Sumedang Evaluasi Progres Pembangunan
FAJARNUSANTARA.COM – Dony Ahmad Munir memimpin langsung Rapat Koordinasi (Rakor) pembahasan progres satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Bupati sebagai momentum evaluasi pembangunan dan penguatan arah kebijakan daerah, Rabu, 18 Februari 2026.
Rapat yang digelar di Ruang Rapat Bupati, Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) itu menegaskan kembali visi Sumedang Simpati sebagai fondasi pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.
Rakor tersebut dihadiri Wakil Bupati Fajar Aldila, Sekretaris Daerah Tuti Ruswati, serta sejumlah kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pemerintah daerah menjadikan forum itu sebagai ruang strategis untuk mengukur realisasi visi dan misi selama satu tahun terakhir.
Dalam arahannya, Dony menegaskan visi Sumedang Simpati bukan sekadar slogan, melainkan arah pembangunan yang berorientasi pada pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Rakor ini menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana visi Sumedang Simpati telah kita wujudkan. Pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat,” ujar Dony dalam wawancara usai kegiatan.
Ia menyebut, selama satu tahun terakhir, sejumlah program strategis menunjukkan progres positif. Pada sektor pelayanan publik, pemerintah daerah memperkuat transformasi layanan berbasis digital guna meningkatkan efektivitas, transparansi, dan kemudahan akses masyarakat.
Di bidang sumber daya manusia, pemerintah mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan melalui berbagai program prioritas. Pemerintah Kabupaten Sumedang juga menyatakan dukungan penuh terhadap program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat.
Melalui program MBG, pemerintah daerah berupaya meningkatkan kualitas gizi anak dan pelajar sekaligus menekan angka stunting. Program tersebut melibatkan pelaku UMKM, petani, peternak, serta penyedia bahan pangan lokal sehingga memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Pada sektor perekonomian, pemerintah terus mendorong pertumbuhan UMKM, penguatan sektor pertanian, dan perluasan peluang investasi. Langkah itu menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi serta menciptakan lapangan kerja baru.
Selain itu, pemerintah daerah memfokuskan pengembangan kawasan ekonomi regional sebagai motor pertumbuhan baru. Peningkatan kesiapan infrastruktur, kualitas tenaga kerja, serta pembangunan sektor industri ditempuh untuk meningkatkan daya saing daerah.
“Pengembangan ekonomi daerah harus berjalan seiring dengan peningkatan investasi dan kesiapan sumber daya manusia. Dengan kolaborasi yang kuat, Sumedang optimistis dapat menjadi daerah yang maju, mandiri, dan berdaya saing,” kata Dony.
Ia menambahkan, seluruh program pembangunan harus mengedepankan prinsip Kadeuleu (terlihat), Karampa (teraba), dan Karasa (terasa).
“Setiap program pembangunan harus Kadeuleu, Karampa, dan Karasa. Artinya hasil pembangunan harus terlihat nyata, dapat dirasakan manfaatnya secara langsung, dan memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Sumedang mencatat, berbagai capaian pembangunan tersebut turut diikuti sejumlah penghargaan sebagai bentuk pengakuan atas inovasi dan kinerja daerah.
Melalui rakor itu, Bupati menegaskan keberhasilan pembangunan hanya dapat dicapai lewat kolaborasi seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat.**







