Mancanegara

Kabinet Baru Mulai Dibentuk, Joe Biden Tunjuk Orang-orang Obama

FAJARNUSANTARA.COM – Presiden terpilih Amerika Serikat (AS) Joe Biden terus bergerak menyiapkan transisi sebagai presiden AS pada Januari 2021 nanti. Dirinya pun mulai mengumumkan nama-nama di pos krusial kabinetnya.

Diantaranya, Biden memilih eks penasihat kebijakan luar negeri, Anthony Blinken sebagai Menteri Luar Negeri dan juga mantan kepada diplomat AS John Kerry menjadi spesialis iklim. Dia pun menominasikan orang Latin pertama, yaitu pengacara kelahiran Kuba, Alejandro Mayorkas sebagai pemimpin Departemen Keamanan Dalam Negeri yang mengawasi imigrasi.

Tak hanya itu, pria 78 tahun itu, menunjuk Avril Haines yang merupakan mantan wakil direktur CIA sebagai direktur intelijen nasionalnya. Dari penunjukan itu, Haines akan jadi wanita pertama yang menjabat posisi itu.

Selanjutnya, ada Linda Thomas-Greenfield yang akan dicalonkannya sebagai duta besar untuk PBB dengan status sebagai anggota kabinet Joe Biden. Kemudian Jake Sullivan yang merupakan asisten keamanan Biden saat dirinya menjadi wapres, akan dapat bagian sebagai penasihat keamanan nasional Gedung Putih. Dan dari nama-nama itu, merupakan senior di pemerintahan Obama-Biden pada 2009-2017 dan sangat berpengalaman di bidangnya.

Diketahui, Kerry yang menjadi Menlu AS pada 2013-2017, ikut menandatangani pakta iklim Paris pada 2015 atas nama Amerika Serikat. Saat itu Presiden Donald Trump, menarik AS keluar dari perjanjian tersebut.

Dia akan dijadikan anggota dewan keamanan nasional, dan untuk pertama kalinya dewan memiliki spesialis perubahan iklim. Dan mayorkas mantan jaksa federal sebelumnya, merupakan direktur Layanan Kewarganegaraan dan Imigrasi AS, lalu jadi wakil menteri Departemen Keamanan Dalam Negeri dibawah Presiden Barack Obama.

Begitu juga Sullivan. Dia dulunya direktur Staf Perencanaan Kebijakan di Departemen Luar Negeri serta sebagai wakil kepala staf Menlu Hillary Clinton. Pada saat itu, dia pun menjadi negosiator utama dalam pembicaraan awal di kesepakatan nuklir Iran yang kemudian ditarik keluar oleh Trump.

“Sudah tidak punya waktu lagi untuk merugi dalam hal keamanan nasional dan kebijakan luar negeri kami. Dari nama orang-orang ini, mereka sama-sama berpengalaman dan teruji, karena mereka inovatif dan imajinatif,” ujarnya seperti dikutip dari kompas.com. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button