Politik

Haru : Teori Pencitraan Rontok Dengan Adanya Pandemi Covid-19

Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, DR. Haru Suandharu, S.Si, M.Si dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, menyelenggarakan Reses III Tahun Sidang 2020-2021 di aula Gedung Keadilan Jawa Barat, Rabu (4/8).

Dalam agenda Resesnya dimasa pandemi ini, dibatasi peserta maksimal 25 orang dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Haru, yang juga ketua DPW PKS Jawa Barat ini menyebutkan, di masa pandemi seperti ini para pemimpin tidak bisa memperlihatkan politik pencitraan.

Ia menjelaskan, politik pencitraan biasanya ada tim yang menggerakkan, ada juga pemimpin yang digerakan. Ketika timnya bagus, maka pemimpinnya pun akan terlihat bagus dimata masyarakat.

“Tapi dengan adanya pandemi ini bisa kelihatan, ketika pemimpinnya buruk maka semuanya akan terlihat buruk,” tuturnya.

Menurut pria yang juga jadi Ketua Fraksi PKS Jawa Barat ini, pandemi Covid-19 merupakan krisis kesehatan yang tidak bisa dikompromikan.

“Para pemimpin negeri tidak bisa tawar menawar dengan Covid-19, politik pencitraan rontok dengan adanya pandemi ini,” katanya.

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Fajar Nusantara Online (FNO). PT. FNO telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button