Aplikasi Satu Sehat Cek Kesehatan Gratis, Puskesmas Jatinangor Antisipasi DBD dalam Lokakarya Mini Triwulan
FAJARNUSANTARA.COM- Puskesmas Jatinangor menyoroti tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) serta mendorong pemanfaatan layanan cek kesehatan gratis dalam Loka Karya Mini Triwulan yang digelar pada Kamis, 12 Juni 2025 di Aula Puskesmas Jatinangor.
Dalam kegiatan yang dihadiri unsur lintas sektor seperti kepala desa, ketua TP-PKK, dan kader kesehatan, Kepala Puskesmas Jatinangor menekankan pentingnya kerja sama berbagai pihak untuk menekan penyebaran penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat terkait program layanan kesehatan.
“Kami bahas secara khusus tingginya peredaran DBD di wilayah Jatinangor. Saat ini tercatat sekitar 100 kasus DBD, dan ini menjadi perhatian serius kami,” kata Plt. Kepala Puskesmas Jatinangor Dedi, S.Kep.Ners, dalam sesi wawancara usai kegiatan.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini pemerintah telah menyediakan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang bisa diakses masyarakat melalui aplikasi Satu Sehat. Namun, tingkat pemanfaatannya masih rendah, baik di wilayah Jatinangor maupun Cisempur.
“Angka capaian kita, baik di Jatinangor maupun Cisempur, masih jauh dari target. Bahkan di tingkat kabupaten masih di bawah 1 persen,” ujarnya.
Melalui Loka Karya Mini ini, pihak puskesmas berharap para pemangku kepentingan di desa dapat menjadi corong informasi bagi warga.
“Mudah-mudahan kepala desa dan ketua TP PKK bisa menyampaikan kepada masyarakat bahwa sekarang sudah ada pelayanan cek kesehatan secara gratis,” ujarnya.
Masyarakat cukup mendaftar di aplikasi Satu Sehat, lalu memilih layanan pemeriksaan seperti tanda vital, saturasi oksigen, dan gula darah. Setelah itu, warga tinggal datang ke puskesmas untuk mendapatkan layanan.
“Kalau ingin pemeriksaan lebih lengkap seperti EKG untuk usia di atas 40 tahun atau pemeriksaan gigi, juga tersedia. Bila perlu tindak lanjut, langsung kami tangani,” kata Kepala Puskesmas menambahkan.
Aplikasi Satu Sehat sendiri disiapkan oleh Pemerintah Daerah Sumedang dan bisa diakses dengan mudah oleh seluruh warga. Upaya ini menjadi bagian dari strategi memperkuat layanan promotif dan preventif di tingkat puskesmas.
Selain sosialisasi layanan, Puskesmas Jatinangor juga aktif mengedukasi masyarakat melalui kader.
“Kami terus gencarkan sosialisasi. Dalam setiap pertemuan kader, kami selalu ingatkan pentingnya deteksi dini dan menjaga kebersihan lingkungan,” ucapnya.
Loka Karya Mini Triwulan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung program kesehatan dan mengurangi beban penyakit menular di wilayah Jatinangor.**







