BisnisDaerahEkonomi

Purwakarta Siap Jadi Sentra Komoditas Bawang Merah

FAJARNUSANTARA.COM, PURWAKARTA – Kabupaten Purwakarta Provinsi Jawa Barat, digadang-gadang bakal menjdi salahsatu daerah pertanian penghasil komoditas bawang merah. Kini, Pemkab Purwakarta pun tengah menyiapkan lahan seluas 30 hektar untuk ditanami komoditas sayuran yang biasanya membuat air mata keluar.

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, sebagai langkah awal, Pemkab Purwakarta bersama petani menggandeng sektor swasta untuk kerjasama menggarap lahan pertanian seluas 30 hektar, di Desa Bojong Timur Kecamatan Bojong.

“Uji coba tanam Bawang Merah sudah kita lakukan di Laboratorium Pertanian Kebon Ambu di Desa Parakan Garokgek Kecamatan Kiarapedes dan hasilnya cukup menggembirakan. Kita anggap berhasil. Artinya Bawang Merah bisa tumbuh Subur di Wilayah Purwakarta,” kata Anne di Kiarapedes, baru-baru ini.

Menurutnya, Laboratorium Pertanian Kebon Ambu itu, luasnya hanya sekital enam hektar. Maka dari itu, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak, untuk memanfaatkan lahan-lahan tidur di wilayah Purwakarta.

Kata Ambu Anne, dalam bidang pertanian, jajarnnya akan terus melakukan sejumlan inovasi untuk mengembangkan sejumlah produk pertanian. Dan berkaitan dengan uji coba tanaman Bawang Merah, selama ini belum dilakukan dan setelah dilakukan hasilnya cukup menggembirakan.

“Kedepan, para penyuluh-penyuluh pertanian juga harus menyosialisasikan hasil uji coba ini untuk kemudian bisa diterapkan para petani di Purwakarta. Awal Tahun, Dinas Pertanian dengan PT Ewindo sudah berkomitmen untuk mensupport dan mengedukasi agenda ini,” tuturnya.

Sementara koordinasi dengan Kementerian Pertanian, juga telah diupayakan, agar dukungan kepada program ini dapat berjalan dengan baik.

“Kami juga apresiasi para petani di Purwakarta yang mau melakukan hal-hal baru dalam bertani, seperti menanam Bawang Merah. Dan ini hal baru untuk wilayah Purwakarta,” ujar Ambu Anne seraya mengatakan, bahwa prospek komoditas Bawang Merah sangat luar biasa, karena dibutuhkan banyak masyarakat untuk memasak dan olahan kuliner lainnya. (oky)

Selengkapnya
Back to top button