DaerahPemerintahanPeristiwa

Proyek Miliaran di Sumedang Ini Ambruk Hanya dengan Terjangan Angin Kencang

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Ambruknya atap bangunan Pusat Budaya Sunda ‘Geo Theater Rancakalong’ yang berada di Kecamatan Rancakalong Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat pada Selasa (8/12) malam, menjadi perhatian publik.

Betapa tidak, proyek miliaran rupiah ini, rusak hanya dengan terjangan angin. Bahkan sejumlah foto kondisi ambrunya Geo Theater Rancakalong ini, terus beredar di sejumlah media sosial. Tak sedikit yang menyayangkan, gedung dengan anggaran miliaran itu dapat ambruk karena angin.

Baca Juga :  Gelar Digital Expo, Sumedang Siap Hadapi Tantangan Global

Data yang dihimpun Fajarnusantara.com dari LPSE Kabupaten Sumedang, penataan Pusat Budaya (Geo Theater) dengan instansi Pemerintah Kabupaten Sumedang satker Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan itu, dengan pagu sebesar Rp 4.500.000.000,00 dan HPS Rp 4.437.632.043,06. Pemenang tender saat itu, yakni PT.Agya Karunia Abadi dengan alamat di Kota Serang Provinsi Banten.

Sementara itu, saksi mata ambruknya Geo Theater Rancakalong, Kokon yang merupakan warga setempat menyebutkan, ambruknya gedung bagian atap itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Baca Juga :  Korban Gampa Cianjur Memilih Mengungsi di Rancakalong

“Anginnya begitu dahsyat, jadi ambruk begini. Untungnya sedang kosong, hanya saya saja, itu juga di luar,” ujarnya seperti dikutip dari Tribunnews.com, Rabu (9/12).

Pada Rabu pagi tadi, kondisi atap bangunan itu nampak ambruk dan tergelincir kebawah. Dari sebagian besar atap hanya menyisakan rangka kayu. Bagian gentingnya, pun roboh kebawah, dengan bagian atas yang masih menggantung.

Baca Juga :  Festival Kreativitas Pemuda Tahun 2022 Digelar di Sumedang Selama 2 Hari

Dari bahan kayu multiplek atau triplek berlapis itu, diduga membuat bangunan tidak kuat menahan terjangan angin. Dimana untuk Kabupaten Sumedang sendiri, dalam empat hari terakhir ini terus-terusan disuguhkan dengan tiupan angin kencang.

Dari kejadian ini, membuat warga sekitar Rancakalong datang untuk melihat ambruknya bangunan. Tak sedikit pula yang mengabadikan kondisi kerusakan bangunan itu. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button