AgamaDaerahEkonomi

Lariba Sumedang Raya Gelar Kajian Spesial Fikih Ekonomi Islam

FAJARNUSANTARA.COM, SUMEDANG – Lariba Sumedang Raya dan Komunitas Tangan Diatas TDA, menggelar Kajian Spesial Fikih Ekonomi Islam, Selasa (29/12). Acara yang berlangsung di Borelax Farm Dusun Sukakerta Desa Kebonjati Kecamatan Sumedang Utara itu, mengusung tema “Meningkatkan Akhlak Usahawan Bagi Muslim”.

Ketua Lariba Sumedang Raya, Heri Taufik Anshari mengatakan, kegiatan ini, selain sebagai ajang silaturhami, juga merupakan agenda rutin bulanan. Dalam kegiatannya, diisi sejumlah kajian, shalat Dzuhur bersama hingga makan nasi liwet.

Baca Juga :  Meriahkan HUT Jatos Ke-16, Ustadz Evi Effendi Hadir Hipnotis Pengunjung

Alhmdulillah, pada hari ini kita telah melakukan kajian spesial, dan alhmdulillah hari ini banyak ilmu dari pak ustad. Belajar adalah kewajiban bagi setiap insan,” katanya kepada Fajarnusantara.com.

Dalam acara yang disponsori bengkel Denny’s Motor dan toko oleh-oleh Khas Sumedang Barokah itu, Ustad Budi Solihin, MA, berkesempatan mengisi kajian dalam agenda ruitan ini. Sehingga Ustad Budi yang juga Ketua Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), dapat menjelaskan tentang  Kajian Spesial Fikih Ekonomi dalam Islam.

Baca Juga :  Gelar Digital Expo, Sumedang Siap Hadapi Tantangan Global

“Mudah-mudahan kajian ini bisa bermanfaat untuk kita semua,” harapnya.

Adanya kegiatan ini, disambut baik para peserta. Salahsatunya Agus. Dirinya mengaku senang dapat mengikuti kegiatan ini, karena dapat ilmu baru yang bermanfaat bagi dirinya.

Baca Juga :  Tertarik Transformasi Digital Sumedang, dalam Sehari Sumedang Dikunjungi Banyak Tamu Istimewa

Alhmdulillah, hari ini banyak ilmu bermafaat, seperti wudhu shalat dan kuamalah secara Islam yang baik dan benar,” tuturnya. (lng)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button