DaerahEkonomi

Keren!!! KWT Pantastik Olah Hanjeli Jadi Makanan Siap Saji

FAJARNUSANTARA, SUMEDANG – Sebuah gebrakan, dilakukan Kelompok Wanita Tani (KWT) Pantastik yang ada di Desa Sukajadi Kecamatan Wado Kabupaten Sumedang Provinsi Jawa Barat. Sebagai pusat budidaya Hanjeli di Kota Tahu itu, KWT Pantasik sudah mampu mengolah Hanjeli menjadi makanan siap saji.

Dari gebrakannya itu, KWT Pantastik selaku pengelola, menggelar pelatihan untuk masyarakat yang bekerja sama dengan Dompet Dhuafa. Pelatihan yang digelar di Kediaman Ketua KWT Pantastik itu, dalam rangka pengembangan usaha budidaya Hanjeli, khususnya dalam bidang manajemen dan marketing.

Bubur Hanjeli

Pada pelatihan Manajemen dan Marketing produk olahan Hanjeli, KWT Pantasik sampai mendatangkan narasumber seorang Direktur Utama PT. Cyber Media Utama, Mamat Munandar. Hal itu dilakukan guna menyasar tata cara peningkatan manajemen dan marketing untuk pemasaran olahan makanan Hanjeli.

Opak Hanjeli olahan KWT Pantastik dikemas dengan cara menarik dan kekinian.

Pada kesempatan itu, Mamat Munandar menjelaskan tentang pentingnya marketing online di era Industri 4.0. Maka pada acara yang bekanyakan diikuti anak muda itu, diharap mampu memasarkan produk olahan Hanjeli via online.

“Karena anak muda suka main gadget. Manfaatkan gadget yang dimiliki itu untuk pemasarannya. Ini adalah potensi besar bagi generasi muda, untuk mengembangkan usaha Hanjeli dengan cara memasarkannya via online,” katanya.

Kerupuk Hanjeli olahan KWT Pantastik dikemas dengan cara menarik dan kekinian.

Menurut direktur muda itu, Hanjeli merupakan tanaman yang sering jumpai. Akan tetapi, masih sedikit orang yang membudidayakan dan mengolahnya jadi bahan makanan. Maka dari itu, Mamat sangat mengapresiasi kiprah KWT Pantastik yang diketuai Anisa Choeriah, dalam pengelolaan Hanjeli.

“Apalagi ini jadi olahan makanan yang siap saji. Dan produk olahan Hanjeli ini, sudah banyak yang dibuat di KWT Pantastik. Bahkan dari yang saya lihat, kemasan makanannya pun keren dan ini layak edar dan siap dipasarkan secara online,” tuturnya.

Serli atau Sereal Hanjeli olahan KWT Pantastik dikemas dengan cara menarik dan kekinian.

Sementara itu, Anisa Choeriah selaku Ketua KWT Pantastik menuturkan, semenjak dilakukannya budidaya Hanjeli, pihaknya juga terus berupaya dalam mengolahnya hingga menjadi sejumlah olahan makanan yang siap dipasarkan.

“Produk olahan makanan KWT Pantastik ini, hampir semua merupakan olahan dari bahan makanan Hanjeli,” ungkapnya.

Menurutnya, Hanjeli yang dibudidayakannya itu memiliki kandungan karbohidrat yang mirip beras.

Teng-teng Hanjeli olahan KWT Pantastik dikemas dengan cara menarik dan kekinian.

“Jadi cara pengolahannya pun mirip beras. Dan salahsatu produknya itu, ada tengteng Hanjeli, kerupuk, opak, sereal dan bubur hanjeli,” tuturnya.

Produk olahan Hanjeli yang sedang dipamerkan

Anisa pun berharap, para generasi muda akan ikut terangsang dengan digelarnya pelatihan ini. Khusunya bagi generasi muda di Desa Sukajadi, mereka jadi bisa memanfaatkan internet untuk jualan produk olahan Hanjeli ini.

“Ini juga kebanyakan merupakan anak muda yang ikut pelatihan ini. Jadi besar harapan kami, anak muda ikut berperan dalam penjualan produk ini. Namun hanya saja, untuk pesertanya itu biasanya diikuti oleh banyak orang sampai 80 orang lebih. Akan tetapi karena Covid, ini kita batasi untuk 20 orang dulu,” tutupnya. (**)

Selengkapnya

Redaksi Fajar Nusantara

Fajar Nusantara merupakan media online yang terbit sejak tanggal 17 April 2020 di bawah naungan badan hukum PT. Cyber Media Utama (CMU). PT. CMU telah memiliki badan hukum resmi tercatat di Negara dan memiliki ijin berusaha sebagaimana mestinya sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
Back to top button