DaerahPendidikan

Polman Bandung Siap Cetak SDM, Dukung Pengembangan Metropolitan Rebana

FAJARNUSANTARA.COM, BANDUNG – Politeknik Manufaktur Bandung, siap mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dalam menghadapi  rencana pengembangan kawasan Metropolitan Rebana yang meliputi Cirebon, Subang dan Majalengka.

Dalam mewujudkan hal tersebut, Polman Bandung akan mendirikan kampus 2 di Kota Cirebon dengan memprioritaskan penerimaan calon mahasiswa lokal sebelum menerima pendaftaran dari daerah lain.

“Tentu, dengan segudang pengalaman, Polman siap. Kami telah melakukan kajian sebelumnya terkait dengan rencana pak Gubernur tentang segitiga rebana,” ujar Direktur Utama Polman Bandung, Dede Buchori Muslim kepada Fajarnusantara.com, Jumat (23/10).

Kedepannya, kata Dede, pihaknya akan mengutamakan masyarakat Cirebon terlebih dahulu sebelum masyarakat luar daerah mendaftar menjadi mahasiswa. Dengan harapan, dapat menghasilkan tenaga profesional yang siap kerja khususnya dalam menggali potensi kearifan lokal wilayah Kota Cirebon.

Sehingga dapat mendorong pemerintah mewujudkan kawasan ekonomi khusus Metropolitan Rebana (Cirebon, Subang, Majalengka). Yang mana, perlu didukung sumber daya manusia khususnya dari daerah setempat.

“Sesuai dengan permintaan, tentu dengan pra kondisi, menyiapkan para lulusan SMA/SMK/MA diberi bimbel bidang sains dasar sehingga diharapkan banyak yang bisa lolos melewati passing grade sesuai kriteria kelulusan,” katanya.

Rencananya kampus 2 tersebut, akan dibangun di Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti, di atas tanah Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini sudah dihibahkan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Disetujuinya hibah atas tanah seluas 17 hektare itu, menambah kepastian pembangunan kampus berbasis indiustri 4.0 tersebut.

Sementara itu, menurut Dede, Polman sendiri mempunyai rencana strategis jangka panjang yang saat ini terkendala dengan terbatasnya lahan di kampus Kanayanan, sehingga hanya mampu menampung maksimum 1.200 mahasiswa.

“Insha Allah yang 17Ha aman. Hampir seluruh sertifikatnya sudah ada di Pemprov. Untuk kendala yang mungkin terjadi, Biro Hukor Kemdikbud pasti membantu, karena ini kepentingan nasional dalam membangun SDM yang unggul,” ungkapnya.

Sebelumnya, Polman Bandung melaksanakan audiensi bersama Gubernur Jabar Ridwan Kamil bersama Asisten Administrasi Jabar Dudi Sudrajat Abdurrachim, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Jabar Nanin Hayani dan Kepala BP2D Jabar Linda Al Amin., di Gedung Pakuan Bandung, Rabu (21/10) lalu.

Gubernur Ridwan kamil mengatakan, adanya kampus 2 Polman Bandung itu dapat meningkatkan SDM di wilayah Cirebon dan sekitarnya. Dalam upaya menyokong segitiga emas yang akan menjadi masa depan ekonomi  Jabar.

Yang mana kampus akan didukung infrastruktur memadai, antara lain pelabuhan internasional di Patimban, Subang, dan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka.

“Semoga dengan hadirnya kampus Polman bisa memperjuangkan kemajuan kualitas Sumber Daya Manusia di Kota Cirebon. Jadi nantinya masa depan Jabar itu ada di wilayah Rebana,” katanya.

Meski begitu, Kang Emil, sapaan akrabnya. berpesan bahwa Kota Cirebon juga harus memiliki tiga hal untuk menyokong berdirinya kampus Polman Bandung –yang sebelumnya bernama Politeknik Mekanik Swiss (PMS-ITB)– di wilayahnya.

“Pertama, mengenai penguatan teknologi manufaktur 4.0 secara umum, (yaitu) dengan dibantu oleh teknologi baru,” ujar Kang Emil.

Kedua, lanjutnya, mengadakan jurusan Manufaktur Maritim untuk mendukung kualitas SDM yang diproyeksikan menjadi pekerja di Pelabuhan Patimban.

“Saya tidak mau pabrik banyak, tapi pengangguran pun tinggi. Hadirnya Polman (di Cirebon) ini harus menjadi solusi karena Patimban akan menjadi pelabuhan terbesar se-Indonesia,” ucapnya.

Ketiga, Kota Cirebon harus mengoptimalkan sektor ekonomi kreatif khususnya kriya yang akan menjadi daya tarik sebagai pelengkap hadirnya Kampus 2 Polman Bandung.

“Jadi, konveksi manufaktur ini ditujukan untuk maksimalkan kekuatan ekonomi kreatif kriya yang nanti akan dibantu oleh teknologi baru. Jangan sampai pengerjaannya masih manual,” ungkapnya.

Sementara itu, Humas Polman Bandung Haikal Aulia Rahman menambahkan, pihaknya siap mencetak tenaga kerja lokal yang siap kerja yang mampu memenuhi kebutuhan SDM di berbagai bidang perindustrian yang akan dikembangkan di wilayah tersebut.

“Kami siap mencetak SDM-SDM berkualitas yang mumpuni untuk memenuhi kebutuhan pengembangan industri, melalui kampus yang akan kami bangun dengan memprioritaskan calon-calon mahasiswa lokal sebagai upaya  mendorong pengembangan kawasan Metropolitan oleh tenaga kerja lokal,” ujarnya. (**)

Selengkapnya
Back to top button