Kejam! Pemilik Blackthroat Menelan Pil Pahit, Sangkar Burung Berharga Raib Digondol Maling

FAJARNUSANTARA.COM,- Aksi kejahatan semakin meresahkan warga Dusun Margacinta, Desa Margamekar, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang.
Pada Hari Minggu subuh, tepatnya tanggal 20 Agustus 2023, sekitar pukul 04.42 WIB, seorang pemilik burung jenis Blackthroat di wilayah tersebut harus menelan pil pahit.
Sebuah sangkar burung berharga Rp1 Juta beserta burungnya raib digondol maling yang melakukan aksinya dengan berani di tengah malam.
Korban dalam insiden ini adalah Deni Jatnika, seorang pria berusia 45 tahun dan pemilik burung yang hilang tersebut.
Deni menceritakan bahwa aksinya dilakukan oleh dua orang pelaku yang tega merampas harta berharga miliknya.
“Ada dua orang pelaku, satu mengenakan pakaian hitam dan satu lagi mengenakan pakaian putih sambil memakai helm half face,” ungkap Deni kepada wartawan Fajarnusantara.com saat dihubungi pada Senin (21/8).
Deni melanjutkan, dari hasil analisis rekaman Closed Circuit Television (CCTV) yang terpasang di rumahnya, terlihat jelas bagaimana kedua pelaku menggunakan motor untuk mendekati rumahnya dari arah timur.
Namun, mereka tidak melakukan aksinya begitu saja.
Setelah merasa yakin bahwa situasi sekitar telah sepi, kedua pelaku mengubah arah dan berputar balik.
Mereka tiba-tiba memarkirkan motornya di tempat yang jauh dari lokasi kejadian, mungkin untuk menghindari rekaman CCTV yang bisa mengungkap identitas mereka.
“Pelaku yang mengenakan baju putih kemudian terlihat berjalan menuju rumah saya melalui gang di samping rumah,” katanya.
Dengan cepat, lanjut ia, mereka berhasil mengambil sangkar burung yang digantung di depan rumah saya. Setelah itu, mereka pergi dengan segera.
Penduduk setempat curiga bahwa para pelaku mungkin telah merencanakan aksi ini dengan matang, karena mereka tampak begitu yakin dan terarah dalam melaksanakan tindakan kriminal ini.
Selain itu, Deni juga menduga bahwa para pelaku mungkin telah memantau keadaan rumahnya dalam beberapa waktu untuk mengetahui momen yang tepat untuk beraksi.
Kabar dari wilayah Perum Kampung Toga yang berdekatan juga mengindikasikan adanya pencurian serupa pada hari yang sama, memberikan petunjuk bahwa para pelaku mungkin telah melakukan serangkaian kejahatan di sekitar area tersebut.
Kepolisian setempat saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti dan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait aksi kejahatan ini. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati terhadap potensi tindakan kriminal yang bisa terjadi di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Diharapkan, upaya kolaborasi antara masyarakat dan aparat keamanan akan membantu mengatasi maraknya tindakan kejahatan seperti ini di wilayah tersebut







