NasionalPeristiwa

Kecelakaan Maut di Tol Cipali Disebut-sebuat Merupakan Travel Gelap

FAJARNUSANTARA.COM – Kecelakaan maut yang merenggut 10 korban jiwa serta dua orang luka-luka di ruas Tol Cipali KM 78 jalur A 9 pada Senin (30/11), masih menjadi perhatian publik.

Bahkan Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Budi Setiyadi, ikut angkat bicara terait kecelakaan yang melibatkan Mitsubishi Elf yang menabrak bagian belakang Hino Tronton berplat nomor R 1857 GC itu.

Menurut Budi, kecelakaan maut di Tol Cipali itu, serupa dengan kecelakaan yang terjadi sehari sebelumnya di ruas Tol Cileunyi KM 150+500, Minggu (29/11) dini hari. Kecelakaan itu juga, memakan korban sebanyak 7 orang termasuk 1 balita.

Baca Juga :  Ini Kronologi Kecelakaan Maut Bus Wisatawan Asal Jatinangor yang Menewaskan 4 Orang

“Dari kedua kecelakaan itu menimpa travel gelap. Ini jadi salahsatu penyebab kecelakaan, karena masyarakat memaksa menggunakan travel gelap,” ucapnya.

Menurut Budi, banyak resikonya karena menggunakan jasa travel gelap. Seperti tidak ada izin operasionalnya dan sopirnya tidak dijamin termasuk kemampuan mengemudinyajuga tidak pasti.

Budi menjelaskan, kejadian di Cipali itu terjadi saat Elf datang dari arah Jakarta menuju Cirebon. Di lokasi kejadian, Elf itu menabrak Hino Tronton yang datang dari arah yang sama dan berada di depannya.

“Kecelakaan beruntun, melibatkan juga Hino Trailer dengan plat nomor B 9010 UEJ yang berada di depan Hino Tronton R 1857 GC,” ucap Budi.

Baca Juga :  Korban Kecelakaan Maut Bus Wisatawan Jatinangor : 3 Meninggal, 1 Belum Ketemu, Supir Menyerahkan Diri

“Kecelakaan di Cipali itu juga karena adanya faktor jalanan yang gelap serta cuaca gerimis. Begitu juga truk juga tidak menggunakan Alat Pemantul Cahaya (APC), ditambah kendaraan travel tersebut melaju dengan kecepatan tinggi,” tambahnya.

Budi juga mengimbau kepada para pengusaha, agar memperhatikan muatan truknya. Termasuk tidak melebihi ambang batas yang ditentukan.

“Nanti di jalan tol akan berlakukan transfer muatan. Nanti kalau muatannya lebih dari 50 persen akan diberhentikan dan diturunkan muatannya untuk diberlakukan transfer muatan. Termasuk juga di penyeberangan akan kita terapkan,” tuturnya.

Untuk saat ini, pihaknya tengah gencar melakukan pemberantasan truk ODOL dan menekan angka kecelakaan di akses tol. Termasuk mengingatkan juga kepada masyarakat, agar tidak memilih travel gelap sebagai sarana transportasi.

Baca Juga :  Korban Kecelakaan Maut Bus Wisatawan Jatinangor : 3 Meninggal, 1 Belum Ketemu, Supir Menyerahkan Diri

“Itu karena rendahnya faktor keselamatan dari pengemudi. Tidak ada izin operasional dan tidak ada jaminan asuransinya,” tukasnya.

Berikut Ini Data Korban Meninggal

1. Afrizal (45)

2. Topan Pangestu (20)

3. Sudirjo (47)  

4. Kiswoyo (38)

5. Rasbo Wibowo (54)  

6. Perempuan (45)

7. Laki-laki (40)

8. Wina (4)

9. Perempuan (50)

10. Saefudin Juhri (41)

Korban Luka-Luka

11. Laki-laki (30)

12. Ehwan (43). (**)

Selengkapnya
Back to top button